Pengakuan Pelapor Dinilai Kunci, Kuasa Hukum H. Latib Tegaskan Perkara Lebih Tepat di Ranah Perdata

Kamis, 23 April 2026 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kuasa hukum Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Achmad Madani Putra, Kamarullah, saat menyatakan sikap tenang kasus H. Latib (Za - garudajatim.com)

i

Kuasa hukum Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Achmad Madani Putra, Kamarullah, saat menyatakan sikap tenang kasus H. Latib (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Pernyataan pelapor yang beredar di berbagai media massa justru dinilai membuka terang duduk perkara yang tengah dihadapi H. Latib.

Kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Achmad Madani Putra bersama timnya menilai, pengakuan terkait adanya jaminan berupa sertifikat milik kliennya yang kini berada di tangan pelapor menjadi indikator kuat bahwa perkara tersebut lebih tepat dikategorikan sebagai sengketa perdata, bukan pidana.

Penegasan itu disampaikan tim kuasa hukum yang diwakili Kamarullah. Ia menyebut, substansi persoalan yang mencuat ke publik sejatinya berakar pada hubungan hukum keperdataan antara dua pihak yang terikat dalam suatu kesepakatan.

Menurutnya, keberadaan jaminan berupa sertifikat ruko bukan sekadar detail tambahan, melainkan bukti nyata adanya hubungan perjanjian yang lazim dalam praktik hukum perdata.

“Secara fakta dan bahkan senada dengan yang disampaikan pelapor sendiri, ketika dalam hubungan itu terdapat jaminan sertifikat, maka itu menunjukkan hubungan keperdataan, bukan ranah pidana,” ujar Kamarullah. Kamis (23/4/26)

Kuasa hukum menilai, keterbukaan pelapor dalam menyampaikan fakta-fakta tersebut justru memperkuat konstruksi hukum yang sejak awal mereka bangun. Pernyataan yang disampaikan ke publik tidak hanya berfungsi sebagai klarifikasi, melainkan memiliki implikasi hukum signifikan terhadap arah penanganan perkara.

“Yang kami ungkap sejak awal hingga akhir, khususnya terkait sertifikat, itu justru dikonfirmasi sendiri oleh pihak pelapor. Ini menjadi poin penting yang memperjelas posisi perkara,” lanjutnya.

Lebih jauh, pihak kuasa hukum meminta penyidik Polres Pamekasan untuk melihat secara objektif keseluruhan konstruksi peristiwa hukum yang terjadi. Mereka mengingatkan agar tidak terjadi kekeliruan dalam menempatkan perkara yang berpotensi berdampak pada penegakan hukum yang tidak tepat sasaran.

Di tengah proses hukum yang berjalan, Kamarullah juga menyoroti berkembangnya narasi di ruang publik yang cenderung menggiring opini bahwa kliennya telah melakukan tindak pidana. Padahal, menurutnya, perkara tersebut masih berproses dan belum memiliki putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Meski H. Latib telah ditahan oleh penyidik Polres Pamekasan, ia menegaskan bahwa asas praduga tidak bersalah harus tetap dijunjung tinggi oleh semua pihak.

“Asas praduga tidak bersalah melekat pada setiap terlapor. Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri dan bersama-sama memberikan edukasi hukum yang benar kepada masyarakat,” pungkasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru