Dinkes P2KB Sumenep Perketat Pengawasan, Puskesmas Pandian Jadi Lokasi Uji Mutu Layanan

Selasa, 21 April 2026 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, saat melakukan monev di Puskesmas Pandian (Za - garudajatim.com)

i

Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, saat melakukan monev di Puskesmas Pandian (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) intensif di Puskesmas Pandian.

Monev tersebut guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai standar dan terus mengalami peningkatan. Sehingga kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pengawasan berkelanjutan yang tidak hanya menilai kinerja, tetapi juga mengidentifikasi celah perbaikan di lini pelayanan terdepan.

Tim Dinkes P2KB turun langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh, mencakup administrasi layanan, performa tenaga kesehatan, hingga kesiapan fasilitas pendukung.

Berbeda dari pendekatan formalistik, monev kali ini berlangsung dialogis. Petugas puskesmas aktif menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari keterbatasan teknis hingga dinamika pelayanan masyarakat, yang kemudian dibahas bersama untuk dicarikan solusi konkret.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, H. Achmad Syamsuri, mengatakan bahwa monev merupakan instrumen penting dalam menjaga konsistensi mutu layanan kesehatan.

“Ini bukan sekadar agenda rutin. Monev menjadi sarana untuk memastikan pelayanan benar-benar berjalan sesuai standar, sekaligus mendorong peningkatan kualitas secara berkelanjutan,” ujarnya. Selasa (21/4/26)

Dalam pelaksanaannya, Dinkes P2KB memberi perhatian serius pada capaian program imunisasi. Evaluasi dilakukan secara detail untuk memetakan tingkat keberhasilan, mengidentifikasi hambatan, serta menyusun langkah percepatan guna menekan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

“Kami fokus pada capaian imunisasi, termasuk kendala di lapangan dan solusi yang harus segera dilakukan agar risiko PD3I bisa ditekan,” katanya.

Pemeriksaan teknis juga dilakukan secara ketat dan sistematis. Tim memastikan ketersediaan logistik seperti vaksin dan alat suntik, mengecek stabilitas suhu penyimpanan dalam sistem rantai dingin (cold chain), serta menilai kesiapan tenaga kesehatan dalam menjalankan program imunisasi sesuai jadwal.

“Semua aspek kami telusuri secara detail, mulai dari logistik hingga kesiapan pelaksana. Ini penting agar pelayanan tidak hanya berjalan, tetapi juga berkualitas,” tegas Syamsuri.

Meski menghadapi berbagai tantangan, kinerja tenaga kesehatan Puskesmas Pandian mendapat apresiasi. Mereka dinilai mampu menjaga responsivitas layanan dan menunjukkan komitmen dalam menjalankan tugas di tengah keterbatasan.

“Kami melihat semangat dan komitmen yang kuat dari tim di sini. Ini menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas layanan ke depan,” tambahnya.

Lebih jauh, monev ini juga dimanfaatkan sebagai forum evaluasi bersama untuk merancang strategi penguatan layanan kesehatan. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi manajemen layanan, hingga pemanfaatan teknologi menjadi fokus yang akan didorong.

“Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Sumenep. Dengan penguatan program imunisasi sebagai salah satu prioritas, pemerintah optimistis angka PD3I dapat ditekan secara signifikan, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru