Klarifikasi Kepala SDN Juluk II Sumenep atas Dugaan Gangguan Pencernaan Siswa Usai Konsumsi MBG

Jumat, 17 April 2026 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SDN Juluk II, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Mahelli, saat ditemui di kantornya (Za - garudajatim.com)

i

Kepala SDN Juluk II, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Mahelli, saat ditemui di kantornya (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Kepala SDN Juluk II, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Mahelli, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan gangguan pencernaan yang dialami sejumlah siswa setelah mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 11 April 2026 kemarin, disebut tidak berdampak pada seluruh siswa, namun temuan adanya menu makanan berbau tidak sedap menjadi perhatian serius pihak sekolah terhadap kualitas distribusi MBG dari SPPG Syita Ananta Talang.

Mahelli mengungkapkan, bahwa saat kejadian berlangsung dirinya tidak berada di sekolah karena keperluan keluarga. Namun, laporan dari para guru langsung ditindaklanjuti sebagai bentuk tanggung jawab institusi.

“Pada hari itu saya tidak di sekolah. Namun berdasarkan laporan guru, ada beberapa menu MBG yang berbau tidak sedap dan itu tidak sesuai standar kelayakan konsumsi,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya. Kamis (16/4/26).

Ia menjelaskan, tidak semua siswa yang mengonsumsi makanan tersebut mengalami gangguan kesehatan. Namun, beberapa siswa mengeluhkan sakit perut setelah menyantap menu yang dibagikan.

“Memang tidak semua, tetapi ada beberapa siswa yang mengeluh sakit perut setelah makan,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan penanganan awal di lingkungan sekolah, sebelum siswa yang terdampak diantar pulang.

“Setelah penanganan awal, siswa yang mengalami sakit perut kami antar ke rumahnya,” katanya.

Setibanya di rumah, orang tua siswa kemudian membawa anaknya ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Pihak sekolah juga melakukan pendampingan sebagai bentuk tanggung jawab.

“Orang tua langsung membawa anaknya ke puskesmas. Kami tetap melakukan pendampingan,” tambahnya.

Mahelli menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh tenaga pendidik agar lebih selektif dalam menerima dan mendistribusikan makanan MBG.

“Jika menemukan makanan berbau, tidak segar, atau tidak layak konsumsi, harus langsung ditolak,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa aspek kelayakan tidak hanya dilihat dari kondisi fisik, tetapi juga kandungan gizi makanan.

“Kalau tidak memenuhi standar gizi, itu juga tidak boleh diberikan kepada siswa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan peringatan kepada pihak penyedia makanan agar segera melakukan evaluasi dan perbaikan kualitas.

“Kalau tidak ada perbaikan, kami akan mempertimbangkan untuk beralih ke penyedia lain,” lanjutnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi evaluasi bersama agar program MBG benar-benar memberikan manfaat tanpa mengorbankan kesehatan siswa.

“Kami berharap kejadian ini tidak terulang. Makanan yang diberikan harus aman, layak, dan memenuhi standar gizi sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto,” pungkasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru