DPRD Sumenep Pasang Mata Ketat, Program Susu Rp569,9 Juta Jadi Garda Depan Perang Melawan Stunting

Senin, 8 Juni 2026 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, H. Sami’oeddin, saat diwawancarai (Za - garudajatim.com)

i

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, H. Sami’oeddin, saat diwawancarai (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memastikan akan mengawal secara ketat pelaksanaan program bantuan susu bagi balita dan ibu hamil yang dianggarkan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) sebesar Rp569,9 juta pada tahun 2026.

Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan program intervensi gizi itu benar-benar menyentuh kelompok rentan yang membutuhkan dan mampu memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di daerah.

Pengawasan tersebut tidak sekadar menyangkut penggunaan anggaran, tetapi juga menjadi bagian dari langkah serius membangun generasi yang lebih sehat sejak dalam kandungan.

Komisi IV menilai program pemenuhan gizi ini merupakan salah satu instrumen penting dalam mempercepat penurunan stunting yang hingga kini masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, H. Sami’oeddin, menegaskan bahwa bantuan susu akan disalurkan melalui seluruh puskesmas di kecamatan agar menjangkau kelompok sasaran yang berisiko mengalami kekurangan gizi. Jalur distribusi tersebut dipilih untuk memastikan proses penyaluran berlangsung terukur, terdata, dan mudah diawasi.

“Program ini bertujuan menjaga kesehatan ibu hamil dan bayi sejak dini. Karena itu kami ingin penyalurannya benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap upaya pencegahan stunting,” ujarnya. Senin (8/6/26)

Keseriusan DPRD terlihat dari langkah koordinasi yang telah dilakukan bersama jajaran puskesmas, pemerintah desa, hingga perangkat desa di berbagai daerah pemilihan. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci agar proses pendataan penerima manfaat tidak meleset dari sasaran.

Bagi Komisi IV, kepala desa dan perangkat desa memiliki posisi strategis karena paling memahami kondisi sosial masyarakat di tingkat bawah. Keterlibatan mereka diharapkan mampu meminimalkan potensi kesalahan data sekaligus memastikan bantuan diterima oleh keluarga yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi.

Program bantuan susu sendiri bukan kebijakan baru. Tahun 2026 menjadi tahun kedua pelaksanaannya sebagai bagian dari strategi berkelanjutan Pemkab Sumenep dalam memperkuat kualitas kesehatan ibu dan anak.

Selain bantuan nutrisi, lanjut dia, pemerintah daerah juga terus mendorong edukasi gizi, pola asuh sehat, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi pada masa kehamilan dan usia dini.

Menurut Sami’oeddin, penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga masyarakat agar upaya pencegahan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Meski angka stunting di Kabupaten Sumenep menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir, ia mengingatkan bahwa pekerjaan besar masih belum selesai. Pemerintah daerah harus terus memperkuat intervensi yang menyentuh akar persoalan, terutama pemenuhan gizi keluarga dan peningkatan literasi kesehatan masyarakat.

“Anggaran yang sudah disiapkan harus benar-benar menjadi investasi bagi masa depan generasi Sumenep. Kami akan mengawal program ini agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat dan menjadi bagian dari percepatan penurunan stunting di daerah,” tegasnya.

“Dengan pengawasan yang diperketat dan kolaborasi hingga tingkat desa, program bantuan susu ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin tahunan, melainkan menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi Sumenep yang lebih sehat, kuat, dan bebas dari ancaman stunting,” tukasnya.(Sand)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru