Komisi II DPRD Sumenep Genjot Digitalisasi Transaksi untuk Perkuat Pendapatan Daerah

Senin, 8 Juni 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Faisal Muhlis, saat ditemui di kantornya (Za - garudajatim.com)

i

Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Faisal Muhlis, saat ditemui di kantornya (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menegaskan pentingnya percepatan digitalisasi transaksi di seluruh sektor pelayanan publik sebagai langkah nyata menutup celah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Di tengah tuntutan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, sistem transaksi elektronik dinilai menjadi benteng baru dalam menjaga setiap potensi penerimaan daerah agar tercatat secara akurat dan dapat diawasi secara menyeluruh.

Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Faisal Muhlis, mengatakan transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah kini menjadi kebutuhan strategis yang tidak bisa ditawar lagi.

Menurutnya, penerapan transaksi elektronik bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi merupakan instrumen penting untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan penerimaan daerah.

“Digitalisasi transaksi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Selain mendorong peningkatan PAD, sistem ini juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas,” ujar Faisal. Senin (8/6/26).

Ia menjelaskan, sistem digital mampu menghadirkan mekanisme pengawasan yang lebih ketat dibandingkan pola konvensional. Seluruh transaksi terekam secara otomatis sehingga memudahkan pemerintah daerah dalam memantau aliran penerimaan, melakukan evaluasi, sekaligus mengidentifikasi potensi kebocoran yang dapat merugikan daerah.

Menurut Faisal, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah menjaga setiap sumber pendapatan agar dikelola secara profesional.

Karena itu, lanjut politisi Partai Amanat Nasional itu, digitalisasi menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan PAD dapat dihimpun secara maksimal dan dimanfaatkan kembali untuk kepentingan masyarakat.

“Dibandingkan sistem manual, mekanisme digital lebih terukur dan memudahkan pengawasan terhadap alur penerimaan keuangan daerah,” katanya.

Komisi II DPRD Sumenep juga terus mengawal proses transformasi tersebut melalui berbagai masukan strategis kepada pemerintah daerah. Penguatan infrastruktur teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penyempurnaan regulasi menjadi bagian penting agar implementasi digitalisasi berjalan efektif dan berkelanjutan.

Faisal menilai, semakin luas penerapan transaksi elektronik, semakin besar pula peluang pemerintah daerah membangun sistem keuangan yang modern, transparan, dan bebas dari praktik-praktik yang berpotensi menghambat optimalisasi pendapatan daerah.

Lebih dari sekadar modernisasi layanan, digitalisasi transaksi diyakini menjadi langkah fundamental dalam membangun budaya pemerintahan yang akuntabel. Dengan sistem yang terbuka dan mudah diawasi, kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah pun akan semakin meningkat.

“Ini juga menjadi bukti bahwa ruang partisipasi masyarakat terbuka luas dalam pembangunan daerah, karena semua unsur diberi kesempatan untuk ikut memberikan kontribusi nyata,” tandasnya.

Langkah yang didorong Komisi II DPRD Sumenep tersebut menandai semakin kuatnya komitmen daerah dalam memasuki era tata kelola berbasis teknologi.

“Di tengah persaingan pembangunan yang semakin dinamis, digitalisasi keuangan tidak lagi dipandang sebagai inovasi tambahan, melainkan kebutuhan utama untuk menjaga PAD, memperkuat transparansi, dan memastikan pembangunan berjalan lebih efektif serta berkelanjutan,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru