Dari Sumenep untuk Indonesia, Doa Sang Proklamator Nyalakan Kembali Semangat Bung Karno

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, saat sambutan di acara Doa Sang Proklamator (Za - garudajati.com)

i

Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, saat sambutan di acara Doa Sang Proklamator (Za - garudajati.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Dari daratan hingga pulau-pulau terluar, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengirimkan pesan kuat bahwa nasionalisme tidak pernah padam.

Ribuan warga dari 26 kecamatan terhubung dalam satu doa, satu semangat, dan satu penghormatan kepada para pendiri bangsa melalui kegiatan Doa Sang Proklamator 2026 yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda peringatan Bulan Bung Karno. Lebih dari itu, Doa Sang Proklamator menjadi ruang refleksi bersama untuk meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan gotong royong yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Ratusan peserta berpakaian putih memenuhi area Pendopo Agung Keraton Sumenep. Sementara di waktu yang sama, masyarakat di wilayah kepulauan dan daratan mengikuti kegiatan secara serentak melalui sambungan teleconference.

Momen itu menghadirkan pemandangan langka: jarak geografis yang memisahkan puluhan pulau seakan runtuh oleh semangat kebangsaan yang sama.

Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa Bulan Juni merupakan bulan yang memiliki makna historis penting bagi bangsa Indonesia.

Karena itu, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama berbagai elemen masyarakat mengisinya dengan rangkaian kegiatan yang tidak hanya mengenang Bung Karno, tetapi juga menanamkan kembali nilai-nilai perjuangannya kepada generasi masa kini.

“Bulan Bung Karno bukan hanya tentang mengenang sosok besar dalam sejarah bangsa, tetapi bagaimana semangat dan pemikirannya tetap hidup dalam kehidupan masyarakat hari ini,” ujar Bupati Fauzi. Rabu(3/6/26)

Menurutnya, bangsa Indonesia saat ini memang tidak lagi menghadapi penjajahan fisik. Namun, tantangan baru berupa lunturnya rasa persatuan, individualisme, hingga rendahnya kepedulian sosial menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab bersama.

Fauzi menegaskan bahwa doa Sang Proklamator dihadirkan sebagai momentum untuk mengingat kembali bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari pengorbanan luar biasa para pejuang bangsa.

“Kemerdekaan bukan hadiah. Kemerdekaan adalah hasil perjuangan yang dibayar dengan pengorbanan. Tugas generasi hari ini adalah menjaganya dengan memperkuat persatuan, gotong royong, dan membangun daerah agar semakin maju,” tegasnya.

Yang menarik, seluruh rangkaian Bulan Bung Karno di Kabupaten Sumenep berlangsung melalui kolaborasi berbagai elemen masyarakat tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal itu menunjukkan bahwa semangat nasionalisme masih tumbuh kuat dari kesadaran masyarakat, bukan semata-mata karena program pemerintah.

Kehadiran tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, unsur Forkopimda, pimpinan OPD hingga insan pers memperlihatkan bahwa merawat Indonesia adalah tanggung jawab bersama.

Di Kabupaten Sumenep yang dikenal sebagai daerah dengan gugusan pulau terbanyak di Jawa Timur, Doa Sang Proklamator tidak hanya menjadi kegiatan religius. Ia menjelma menjadi simbol persatuan yang menghubungkan daratan dan kepulauan dalam satu ikatan kebangsaan.

“Ketika doa-doa dipanjatkan untuk para proklamator dan pahlawan bangsa, Sumenep sesungguhnya sedang mengirimkan pesan kepada Indonesia, bahwa api perjuangan yang dinyalakan Bung Karno puluhan tahun lalu masih terus menyala, bahkan dari ujung paling timur Pulau Madura,” pungkasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru