Bunda Puspa Naik Kelas, Pemkab Gresik Bentuk 80 Desa Tangguh Perempuan untuk Perangi Kemiskinan dan Stunting

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, saat sambutan di acara pembekalan Tim Pelaksana Kegiatan Bunda Puspa di Kantor Bupati Gresik (Istimewa - garudajatim.com)

i

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, saat sambutan di acara pembekalan Tim Pelaksana Kegiatan Bunda Puspa di Kantor Bupati Gresik (Istimewa - garudajatim.com)

GRESIK, Garuda Jatim – Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terus memperkuat langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan Program Bunda Puspa.

Program yang telah berjalan sejak 2022 tersebut kini diperluas cakupannya menjadi 80 desa pada tahun 2026 sebagai bagian dari strategi percepatan pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting.

Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik, Titik Ernawati, menjelaskan bahwa selama empat tahun terakhir Program Bunda Puspa telah menjangkau 24 desa dan menunjukkan dampak positif terhadap pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput.

“Tahun ini kami memperluas sasaran agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh perempuan dan keluarga yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kualitas hidupnya,” ujarnya. Rabu (3/6/26)

Program Bunda Puspa mengusung dua pilar utama, yakni pembelajaran umum dan pemberdayaan ekonomi. Melalui pendekatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting mulai dari konsep kesetaraan gender, perlindungan anak, ketahanan keluarga, hingga penguatan peran perempuan dalam pembangunan desa.

Di sektor ekonomi, ia menyatakan peserta juga memperoleh pelatihan kewirausahaan, pengembangan usaha mikro, serta pendampingan usaha yang disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing desa. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi keluarga sekaligus memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.

Lebih dari sekadar program sosial, Bunda Puspa kini diarahkan menjadi gerakan pemberdayaan yang mampu melahirkan perempuan-perempuan mandiri, produktif, dan berdaya saing.

“Dengan meningkatnya keterampilan dan akses ekonomi, perempuan diharapkan tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, melainkan aktor utama yang berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan salah satu kunci utama dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Perempuan dinilai memiliki peran sentral dalam menjaga kualitas keluarga sekaligus menjadi penggerak ekonomi rumah tangga.

Menurutnya, Program Bunda Puspa tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas individu perempuan, tetapi juga mendorong lahirnya keluarga yang lebih kuat secara ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

“Program ini menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan pendapatan keluarga, mengurangi jumlah keluarga miskin, memperbaiki kualitas pendidikan anak, memperkuat gizi keluarga, serta membangun kemandirian perempuan, khususnya perempuan kepala keluarga,” tegasnya saat membuka pembekalan Tim Pelaksana Kegiatan Bunda Puspa di Kantor Bupati Gresik.

Perluasan program tersebut menjadi tonggak penting dalam transformasi pembangunan berbasis masyarakat. Jika sebelumnya Program Bunda Puspa hanya menyasar satu desa di masing-masing kecamatan, kini cakupannya meningkat sepuluh kali lipat menjadi 10 desa per kecamatan atau total 80 desa di delapan kecamatan.

Perluasan Program Bunda Puspa juga menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur fisik. Investasi pada kualitas sumber daya manusia, khususnya perempuan dan anak, menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan sejahtera.

“Dengan target 80 desa pada 2026, Pemkab Gresik optimistis Program Bunda Puspa akan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya mampu menekan angka kemiskinan dan stunting, tetapi juga membangun ketahanan keluarga sebagai pilar utama pembangunan daerah,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Sumenep untuk Indonesia, Doa Sang Proklamator Nyalakan Kembali Semangat Bung Karno
Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan
SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar
Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah
Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan
IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN
Inspektorat Sumenep Turun ke Meddelan, Audit ADD-DD dan Dugaan Polemik Dana BUMDes Jadi Sorotan
Menata Masa Depan dari Pinggiran: Bappeda Sumenep Dorong Pembangunan Berkeadilan hingga Kepulauan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:36 WIB

Bunda Puspa Naik Kelas, Pemkab Gresik Bentuk 80 Desa Tangguh Perempuan untuk Perangi Kemiskinan dan Stunting

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:02 WIB

Dari Sumenep untuk Indonesia, Doa Sang Proklamator Nyalakan Kembali Semangat Bung Karno

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:22 WIB

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:02 WIB

SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:28 WIB

Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah

Berita Terbaru