DKPP Sumenep Kawal Kebangkitan Tembakau Daun Emas, Musim Kemarau 2026 Jadi Momentum Dongkrak Ekonomi Petani

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, saat ditemui di kantornya (Za - garudajatim.com)

i

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, saat ditemui di kantornya (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai mengintensifkan pengawalan musim tanam tembakau 2026 seiring masuknya musim kemarau di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan komoditas unggulan tembakau daun emas kembali menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pedesaan.

Memasuki awal musim kemarau, aktivitas petani tembakau mulai terlihat di berbagai sentra produksi. Sejumlah kelompok tani telah melakukan penyemaian benih sebagai tahap awal budidaya, sementara DKPP terus memantau perkembangan cuaca dan kesiapan lahan guna meminimalkan risiko gagal tanam akibat perubahan iklim yang masih terjadi.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan musim kemarau selalu menjadi periode penting bagi sektor pertanian tembakau karena berkaitan langsung dengan kualitas hasil panen.

Ia menegaskan, Kabupaten Sumenep sendiri memiliki varietas unggulan tembakau daun emas yang selama ini dikenal memiliki kualitas premium dan daya saing tinggi di pasar.

“Kalau di Madura, khususnya Sumenep, musim kemarau memang sudah ditunggu para petani karena kami memiliki varietas unggulan berupa tembakau daun emas,” tegas Chainur Rasyid. Kami (4/6/26).

Meski optimisme petani mulai tumbuh, pihaknya mengingatkan agar proses tanam dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi cuaca di masing-masing wilayah. Pasalnya, beberapa kawasan masih mengalami cuaca mendung yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan tanaman pada fase awal.

Menurut Inung sapaan akrabnya, ketepatan menentukan waktu tanam menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas tembakau. Karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan untuk memberikan pendampingan kepada petani agar dapat mengambil keputusan berdasarkan kondisi iklim terkini.

“Dalam sektor pertanian, cuaca dan iklim menjadi faktor yang sangat penting. Saat ini masih ada beberapa wilayah yang kondisinya mendung sehingga petani harus benar-benar mempertimbangkan kondisi iklim sebelum mulai menanam,” paparnya.

Ia menilai musim kemarau 2026 menjadi peluang strategis untuk mengembalikan tren peningkatan luas tanam tembakau yang sempat mengalami penurunan. Berdasarkan data pemerintah daerah, luas areal tembakau pada 2024 mencapai sekitar 18 ribu hektare, sedangkan pada 2025 turun menjadi sekitar 14 ribu hektare.

Tahun ini, lanjut Inung, pihaknya optimistis luas tanam kembali meningkat. Selain didukung tingginya minat petani, Kabupaten Sumenep masih memiliki cadangan lahan potensial yang cukup luas, terutama di kawasan pegunungan dan wilayah tegal yang selama ini menjadi basis produksi tembakau rakyat.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa naik lagi karena potensi lahan masih cukup banyak, terutama di kawasan pegunungan dan wilayah tegal,” imbuhnya.

Hasil pemantauan DKPP bersama para penyuluh pertanian menunjukkan bahwa geliat musim tembakau mulai terasa di tingkat bawah. Sejumlah petani telah memulai penyemaian benih sebagai bentuk kesiapan menyambut musim tanam yang diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat.

“Kami mendapat laporan dari para penyuluh bahwa sudah ada masyarakat yang mulai melakukan penyemaian benih tembakau,” sambungnya.

Bagi Inung, keberhasilan musim tembakau bukan hanya soal peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut kesejahteraan petani. Oleh sebab itu, pemerintah daerah berharap cuaca selama musim kemarau berlangsung stabil sehingga kualitas daun tembakau tetap terjaga dan harga jual di tingkat petani mampu memberikan keuntungan maksimal.

“Dengan pengawalan intensif dari DKPP serta tingginya antusiasme petani, musim tembakau 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan komoditas daun emas Sumenep sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian daerah,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru