SPMB 2026 Sumenep Dikawal Ketat, Disdik Tegaskan Tidak Ada Ruang untuk Titipan dan Kecurangan

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Garuda Jatim – Komitmen menciptakan sistem pendidikan yang bersih dan berintegritas kembali ditegaskan oleh Dinas Pendidikan Kabur Sumenep, Jawa Timur, melalui Deklarasi Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 yang berlangsung di halaman Kantor Pemkab.

Deklarasi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa proses penerimaan siswa baru di Kabupaten Sumenep akan dikawal lebih ketat demi mencegah praktik kecurangan, pungutan liar, hingga penyalahgunaan kewenangan yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.

Kegiatan itu digelar menjelang pelepasan jalan sehat yang dipimpin Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim. Ribuan peserta dari unsur tenaga pendidik, pelajar, ASN, serta organisasi perangkat daerah memadati halaman kantor pemerintah daerah dengan mengenakan atribut olahraga dan pendidikan.

Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta jajaran Dinas Pendidikan dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB 2026 harus menjadi cerminan wajah pendidikan yang jujur, terbuka, dan berkeadilan.

Ia menyebut seluruh sekolah dan panitia pelaksana wajib mematuhi aturan yang berlaku tanpa membedakan latar belakang peserta didik. Menurutnya, integritas dalam proses penerimaan siswa baru merupakan fondasi penting untuk menjaga kualitas pendidikan daerah.

“SPMB harus dilaksanakan secara jujur, objektif, transparan, akuntabel, adil dan tanpa diskriminasi. Ini adalah komitmen bersama seluruh penyelenggara pendidikan di Kabupaten Sumenep,” katanya. Jumat (8/5/26)

Pembacaan Pakta Integritas dilakukan secara bersama-sama sebagai bentuk kesepakatan moral seluruh penyelenggara pendidikan agar menjalankan tahapan penerimaan murid baru sesuai regulasi dan menjauhi segala bentuk penyimpangan.

Tidak hanya sebatas seremonial, deklarasi tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap proses seleksi harus dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun etika publik. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh calon siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh akses pendidikan.

Menurut Moh. Iksan, praktik-praktik yang mencederai rasa keadilan masyarakat tidak boleh lagi terjadi dalam pelaksanaan SPMB. Karena itu, pengawasan internal maupun koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat selama tahapan penerimaan berlangsung.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat mendapatkan hak yang sama dalam proses penerimaan murid baru tanpa ada praktik-praktik yang mencederai rasa keadilan,” tegasnya.

Selain komitmen terhadap transparansi, seluruh panitia juga diminta menjaga kerahasiaan data peserta didik dan menggunakan kewenangan secara profesional serta bertanggung jawab.

Ia berharap deklarasi tersebut mampu menjadi tonggak penguatan reformasi pelayanan pendidikan di daerah, sekaligus membangun budaya birokrasi yang bersih dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

“Kepercayaan masyarakat harus dijaga dengan integritas dan pelayanan yang baik. Karena itu seluruh panitia wajib bekerja profesional dan bertanggung jawab,” pungkas Moh. Iksan.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru