SUMENEP, Garuda Jatim – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Semester 6 UPI Kampus Sumenep (kelas A, B dan C) sukses menggelar “Dialog Budaya dan Workshop Seni Pertunjukan” yang bertempat di Aula Ki Hajar Dewantara UPI Sumenep.
Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa PGSD Semester 6 (kelas A, B dan C) ini mengusung tema Merawat “Tradisi Lokal Melalui Pembelajaran Seni budaya dan workshop seni Pertunjukan untuk SD”.
Acara tersebut bertujuan membekali calon guru SD agar mampu mengintegrasikan kekayaan budaya Madura ke dalam pembelajaran tematik di kelas.
Ketua Pelaksana, Shindy Aulia Afivatul Hasanah, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah luaran dari mata kuliah Pembelajaran Seni budaya SD.
“Guru SD harus jadi jembatan. Kalau mereka paham makna seni budaya lokal dalam peningkatan kompetensi dan skill, nanti bisa mengajarkan ke siswa bukan cuma geraknya, tapi juga nilai kebersamaan, proses, syukur dan harapan yang terkandung dalam peraktik seni budaya,” ujarnya. Rabu (6/5/26)
Sementara itu, Kaprodi PGSD UPI Sumenep Iwan Kuswandi, dalam pernyataannya menegaskan bahwa lulusan PGSD UPI harus memiliki kompetensi budaya.
“Workshop ini melatih mahasiswa tidak hanya jadi pengajar, tapi juga pelaku dan pelestari budaya. Ini sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila.” tegasnya.
Acara ditutup dengan praktiik akting kolaborasi 15 menit dari seluruh peserta, mempraktikkan hasil workshop dalam pementasan kini dan juga pembacaan puisi berbahasa Madura dan lain-lain.
Melalui kegiatan ini, Prodi PGSD UPI Kampus Sumenep berharap calon guru SD mampu menjadi agen pelestarian budaya lokal yang kreatif dan kontekstual dalam proses belajar mengajar di sekolah dasar.
Untuk diketahui, Dialog Budaya: Menghadirkan narasumber Penulis, Sutradara dan pemerhati seni budaya juga founder language theatre Indonesia Mahendra Cipta, dan Alfaizin Sanasren Founder Komunitas Pangestoh, Dosen UPI Suemenp. Dialog membahas urgensi literasi budaya untuk guru SD serta strategi membaca tanda dan makna dalam kesenian Madura seperti Topeng Dalang, Tari Pelet Kandung, dan Mamaca.
Sementara Workshop Seni Pertunjukan: Mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok dan praktik langsung bersama pelatih. Materi workshop meliputi: 1- Dasar-dasar latian dasar Teater/drama meliputi; Olah Tubuh, Olah Nafas, Olah Vokal. 2- Dasar-dasar acting. 3- Pelatihan menyiapkan konsep proyek pertunjukan, dari naskah hingga pementasan.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











