SUMENEP, Garuda Jatim — Semangat perjuangan dan pemikiran besar Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, kembali digaungkan melalui ajang Lomba Baca Puisi dan Pidato Bulan Bung Karno 2026 yang digelar Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumenep, Jawa Timur.
Kegiatan bertajuk Piala Bupati Sumenep itu akan berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep dan terbuka untuk masyarakat secara gratis dan kouta terbatas. Pendaftaran dibuka sejak 5 Mei hingga 7 Juni 2026.
Tidak sekadar menjadi perlombaan seremonial, agenda tersebut diproyeksikan sebagai ruang ekspresi generasi muda untuk mengasah keberanian berbicara di depan publik sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap nilai nasionalisme dan kebangsaan.
Lomba baca puisi karya Bung Karno akan dilaksanakan pada 9 Juni 2026, sedangkan lomba pidato ala Bung Karno digelar 10 Juni 2026.
Ketua IWO Sumenep, Imam Mustain Ramli mengatakan bahwa kegiatan tersebut lahir dari keinginan untuk menghidupkan kembali semangat Bung Karno di tengah generasi muda yang kini hidup di era digital.
Menurutnya, pemikiran Bung Karno tidak boleh hanya menjadi catatan sejarah, tetapi harus terus diperkenalkan melalui kegiatan yang kreatif dan menyentuh langsung kalangan muda.
“Bung Karno dikenal sebagai tokoh besar yang memiliki keberanian berpikir dan berbicara untuk bangsa. Semangat itu yang ingin kami tularkan kepada generasi muda melalui lomba puisi dan pidato ini,” katanya. Jumat (8/5/26)
Ia menjelaskan, lomba tersebut juga menjadi media pendidikan karakter agar anak muda memiliki rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, dan semangat cinta tanah air.
“Kami ingin peserta bukan hanya tampil untuk menjadi juara, tetapi juga mampu memahami makna perjuangan, persatuan, dan nasionalisme yang diwariskan Bung Karno,” tegas Imam.
Panitia menyediakan hadiah uang pembinaan, piagam penghargaan, dan Piala Bupati Sumenep bagi para pemenang. Juara pertama akan menerima Rp1 juta, juara kedua Rp750 ribu, dan juara ketiga Rp500 ribu.
IWO Sumenep optimistis kegiatan itu akan mendapat sambutan luas dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Terlebih, momentum Bulan Bung Karno dinilai tepat untuk membangkitkan kembali semangat kebangsaan di tengah tantangan sosial yang terus berkembang.
“Dengan konsep yang memadukan seni, sejarah, dan literasi publik, lomba tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berani menyampaikan gagasan, kritis terhadap keadaan, dan tetap berpegang pada nilai persatuan Indonesia,” tukasnya.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











