SUMENEP, Garuda Jatim — PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) terus memperkuat perannya dalam membangun budaya literasi keuangan di kalangan pelajar melalui pengembangan program Simpanan Pelajar (SimPel) berbasis digital.
Program itu kini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong generasi muda Sumenep lebih dekat dengan sistem keuangan modern berbasis syariah.
Melalui inovasi aplikasi BBS Sekolah, bank milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut menghadirkan sistem pengelolaan tabungan pelajar yang lebih praktis, aman, dan transparan.
Aplikasi itu memungkinkan transaksi tabungan dilakukan secara langsung menggunakan sistem pembayaran berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Digitalisasi layanan tersebut dinilai menjadi jawaban atas kebutuhan pengelolaan tabungan sekolah yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual dan rentan menimbulkan persoalan administrasi.
Tidak sekadar menjadi fasilitas menabung, BBS Sekolah juga dirancang sebagai media edukasi keuangan syariah bagi pelajar di berbagai tingkatan pendidikan. Program itu diharapkan mampu membentuk kebiasaan mengelola keuangan sejak dini sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi syariah kepada generasi muda.
Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda), Hairil Fajar menyampaikan bahwa penguatan program SimPel merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar).
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan budaya menabung, tetapi juga memperluas akses layanan keuangan di lingkungan pendidikan.
“Program SimPel yang dijalankan BPRS Bhakti Sumekar merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar). Program itu digagas pemerintah untuk meningkatkan budaya menabung sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar di Indonesia,” ujarnya. Kamis (7/5/26)
Ia menjelaskan, tingkat partisipasi pelajar di Kabupaten Sumenep dalam program tersebut terus mengalami peningkatan setiap tahun. Hal itu menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan finansial sejak usia sekolah.
“Untuk di Kabupaten Sumenep, alhamdulillah presentasenya terus naik setiap tahun,” jelasnya.
Sebagai bentuk implementasi di lapangan, BPRS Bhakti Sumekar secara rutin melakukan sosialisasi dan edukasi ke sekolah-sekolah maupun lembaga pendidikan. Kegiatan itu dilakukan untuk memperkenalkan layanan SimPel sekaligus mengedukasi pelajar tentang pentingnya menabung secara terencana.
Upaya tersebut turut mengantarkan BPRS Bhakti Sumekar meraih sejumlah penghargaan nasional dalam bidang literasi keuangan. Pada 2025, bank syariah daerah itu kembali menerima penghargaan pada ajang Kejar Awards dan Financial Literacy Awards sebagai bank dengan implementasi program Kejar terbaik untuk kategori Bank Perekonomian Rakyat Syariah.
Prestasi itu melanjutkan capaian serupa pada 2024 sebagai Bank Implementasi Kejar terbaik nasional. Bahkan sebelumnya, pada 2022, BPRS Bhakti Sumekar juga berhasil mengantarkan MAN Sumenep meraih penghargaan nasional kategori Satuan Pendidikan Implementasi Kejar terbaik.
Hairil menegaskan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperluas akses layanan keuangan syariah bagi generasi muda, termasuk di lingkungan sekolah berbasis pesantren.
“Sekolah-sekolah berbasis pesantren di Sumenep akan terus kita dorong untuk bekerja sama dengan lembaga keuangan syariah, yakni BPRS Bhakti Sumekar. Tujuannya, guna mendukung perekonomian syariah,” tegasnya.
Di tengah percepatan digitalisasi sektor keuangan nasional, langkah BPRS Bhakti Sumekar menghadirkan layanan tabungan pelajar berbasis digital dinilai menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda Sumenep yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran finansial dan pemahaman ekonomi syariah sejak dini.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











