Sepi Pembeli, Daging Ayam Potong Di Pasar Anom Sumenep Tembus Harga Rp48 Ribu

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjual daging ayam potong di Pasar Anom Baru Sumenep (Za - garudajatim.com)

i

Penjual daging ayam potong di Pasar Anom Baru Sumenep (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Harga daging ayam potong di Pasar Anom Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melonjak signifikan pada pertengahan bulan suci Ramadhan.

Saat ini, harga ayam potong mencapai Rp48 ribu per kilogram, kondisi yang dinilai memberatkan masyarakat sekaligus memukul penghasilan pedagang.

Kenaikan harga tersebut membuat aktivitas jual beli di pasar tradisional terbesar di Sumenep itu kian melambat. Lapak pedagang tampak dipenuhi stok ayam yang tidak terserap pasar, sementara pembeli semakin jarang datang.

Nurhayati, pedagang ayam potong di Pasar Anom, mengatakan lonjakan harga mulai terjadi sejak awal Ramadhan dan terus bertahan hingga sekarang.

“Sejak awal puasa harga sudah naik, sekarang tembus Rp48 ribu per kilo. Pembeli makin sedikit, kadang seharian tidak habis satu ekor,” ujar Nurhayati. Rabu (25/2/26)

Ia mengaku kondisi tersebut membuat pedagang serba salah. Di satu sisi harga beli dari pemasok tinggi, di sisi lain daya beli masyarakat terus menurun.

“Kalau mendekati Lebaran harga naik lagi, masyarakat bisa beralih ke daging sapi. Kami pedagang ayam jelas semakin tertekan,” imbuhnya.

Menurutnya, tingginya harga ayam berbanding terbalik dengan kondisi pasar yang biasanya ramai menjelang sore hari.

“Biasanya Ramadhan itu ramai, sekarang malah sepi. Ayam menumpuk, tapi pembeli jarang,” katanya.

Dari sisi konsumen, Rahmawati, warga Kota Sumenep, mengaku terpaksa mengurangi belanja daging ayam selama bulan puasa.

“Harga segitu berat. Untuk masak buka puasa sekarang lebih sering ganti tempe atau telur,” jelasnya.

Para pedagang memperkirakan harga daging ayam potong masih berpotensi naik menjelang Idul Fitri, seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

Pedagang berharap pemerintah daerah, termasuk Bupati Sumenep, segera melakukan langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga agar tidak semakin membebani masyarakat.

“Kami ingin harga stabil, pembeli ramai, dan pedagang bisa bertahan,” pungkas Nurhayati.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buka Puasa Bersama Media, Kapolres Sumenep Buka Babak Baru Kemitraan Pers dan Kepolisian
Duta Kampus UNIBA Madura Tak Lagi Seremonial, Kampus Dorong Lahirnya Pemimpin Mahasiswa yang Bekerja Nyata
Jemput Arah Pusat, DKPP Sumenep Kunci Strategi Pertanian 2026 dari Hulu ke Hilir
Membaca Ulang Rekam Jejak Indra Wahyudi: Dari Jerat Kasus Jalan Hotmix hingga Kembali Pimpin Diskominfo Sumenep
12 Armada Disiapkan, Pemkab Sumenep Maksimalkan Mudik Gratis Lebaran 2026
Pertengahan Bulan Suci Ramadan, Cabai Rawit di Pasar Anom Sumenep Capai Rp120 Ribu per Kilo
MBG Berjamur Kembali Buka Borok SPPG Pakamban Laok 2
MBG Dipertanyakan di Prenduan: Menu Minim, Pengawasan Mandek, SPPG Yayasan Al Azhar Disorot
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 20:41 WIB

Buka Puasa Bersama Media, Kapolres Sumenep Buka Babak Baru Kemitraan Pers dan Kepolisian

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:49 WIB

Duta Kampus UNIBA Madura Tak Lagi Seremonial, Kampus Dorong Lahirnya Pemimpin Mahasiswa yang Bekerja Nyata

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:48 WIB

Jemput Arah Pusat, DKPP Sumenep Kunci Strategi Pertanian 2026 dari Hulu ke Hilir

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:59 WIB

Membaca Ulang Rekam Jejak Indra Wahyudi: Dari Jerat Kasus Jalan Hotmix hingga Kembali Pimpin Diskominfo Sumenep

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:42 WIB

12 Armada Disiapkan, Pemkab Sumenep Maksimalkan Mudik Gratis Lebaran 2026

Berita Terbaru