Jemput Arah Pusat, DKPP Sumenep Kunci Strategi Pertanian 2026 dari Hulu ke Hilir

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, saat menghadiri acara Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan Pertanian (Za - garudajatim.com)

i

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, saat menghadiri acara Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan Pertanian (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai mengunci arah pembangunan pertanian tahun 2026. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, hadir langsung dalam Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan Pertanian Tahun Anggaran 2026 di Gedung Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Langkah ini menandai keseriusan daerah dalam memastikan kebijakan pusat tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi diterjemahkan menjadi program yang menyentuh langsung kebutuhan petani di lapangan, khususnya di Kabupaten Sumenep yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan cukup besar.

Chainur menegaskan, percepatan program pertanian tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian ditentukan oleh kesiapan data yang presisi, dukungan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi modern yang sesuai dengan karakter wilayah.

“Koordinasi ini penting agar program nasional benar-benar menjawab kebutuhan daerah. Bukan sekadar seragam secara kebijakan, tetapi tepat sasaran secara implementasi,” kata Chainur. Rabu (25/2/26)

Dalam forum tersebut, pemerintah pusat dan daerah menyepakati sejumlah langkah strategis yang menjadi fondasi penguatan ketahanan pangan. Salah satunya adalah penguatan sinergi pusat-daerah melalui peran aktif penyuluh pertanian di tingkat desa dan kecamatan, agar informasi, teknologi, dan bantuan program sampai langsung ke petani.

Selain itu, optimalisasi sarana dan prasarana pertanian menjadi perhatian utama. Mulai dari pembenahan irigasi, peningkatan fasilitas pascapanen, hingga penguatan sistem penyimpanan hasil pertanian untuk menekan kehilangan hasil dan menjaga stabilitas produksi.

Isu optimalisasi lahan juga menjadi sorotan. Lahan pertanian di Sumenep diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga meningkatkan produktivitas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor. Strategi ini dinilai penting untuk mendorong peningkatan pendapatan petani dan memperkuat posisi daerah dalam rantai pasok nasional.

Penguatan hilirisasi perkebunan menjadi agenda strategis lainnya. Komoditas unggulan seperti kelapa, mente, tebu, kopi, dan kakao diarahkan agar tidak lagi dijual dalam bentuk mentah. Pemerintah mendorong pengolahan hasil perkebunan agar memiliki nilai tambah, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal.

Sejalan dengan itu, Kementerian Pertanian menekankan peningkatan produksi berbasis teknologi modern, efisiensi pengelolaan lahan, dan pembangunan pertanian berkelanjutan sebagai pilar menuju swasembada pangan nasional.

Menindaklanjuti hasil koordinasi tersebut, DKPP Sumenep berkomitmen segera menyusun langkah teknis di daerah. Pendampingan intensif kepada petani, penguatan inovasi teknologi pertanian, serta fokus pada program prioritas menjadi agenda utama pelaksanaan tahun 2026.

“Ini bukan sekadar mengikuti agenda pusat. Ini adalah upaya menyiapkan transformasi pertanian yang berdampak langsung bagi petani dan perekonomian daerah,” beber Chainur.

Dengan strategi yang terarah dari hulu hingga hilir, Sumenep menegaskan posisinya sebagai daerah yang siap mengambil peran aktif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus menjadikan sektor pertanian sebagai penggerak utama kesejahteraan masyarakat.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru