Jaga Marwah Tembakau Sumenep, Paguyuban PR Minta Industri Serap Hasil Lokal dan Petani Tak Tergoda Panen Dini

Senin, 27 Juli 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok (PPR) Kabupaten Sumenep, H. Syafwan Wahyudi, saat menyatakan sikap tentang tembakau (Za - garudajatim.com)

i

Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok (PPR) Kabupaten Sumenep, H. Syafwan Wahyudi, saat menyatakan sikap tentang tembakau (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Menjelang puncak musim panen tembakau 2026, Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok (PPR) Kabupaten Sumenep, H. Syafwan Wahyudi, menyerukan komitmen bersama antara pelaku industri hasil tembakau dan petani untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pertembakauan.

Pengusaha diminta memprioritaskan penyerapan tembakau lokal, sementara petani diimbau tidak terburu-buru memanen daun sebelum mencapai tingkat kematangan ideal agar kualitas dan nilai jual tetap terjaga.

Seruan tersebut dinilai menjadi langkah strategis di tengah meningkatnya kebutuhan bahan baku industri rokok. Jika penyerapan hasil panen dilakukan secara maksimal oleh perusahaan rokok di Sumenep, perputaran ekonomi diyakini akan tetap berada di daerah, memberikan manfaat berantai bagi petani, buruh, pedagang, hingga sektor usaha pendukung lainnya.

Ketua Paguyuban PR Sumenep yang akrab disapa Haji Udik itu mengatakan, tembakau telah lama menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di berbagai kecamatan penghasil tembakau di Kabupaten Sumenep.

Karena itu, keberpihakan industri terhadap hasil panen lokal menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan rantai usaha dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, perusahaan rokok di Sumenep memiliki tanggung jawab moral sekaligus kepentingan bisnis untuk mendukung petani lokal melalui pembelian hasil panen mereka.

“Kami mengajak seluruh pengusaha rokok, baik skala kecil maupun besar, untuk mengutamakan pembelian tembakau hasil petani Sumenep. Jangan sampai petani kesulitan menjual hasil panennya, sementara kebutuhan bahan baku justru dipenuhi dari luar daerah,” kata Haji Udik. Senin (27/7/26).

Ia menegaskan, hubungan antara petani dan industri bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan kemitraan yang saling membutuhkan. Petani memerlukan kepastian pasar agar tetap semangat meningkatkan produksi, sedangkan industri membutuhkan pasokan bahan baku berkualitas untuk menjaga mutu produk yang dihasilkan.

Pihaknya menyatakan keberhasilan sektor pertembakauan tidak hanya diukur dari tingginya produksi, tetapi juga dari kuatnya sinergi antara petani dan pelaku industri.

“Petani membutuhkan pasar yang pasti, sementara industri membutuhkan tembakau berkualitas. Dua kepentingan ini harus dipertemukan melalui kemitraan yang sehat dan saling menguntungkan,” tegasnya.

Pemilik merek rokok DRT The Big Family tersebut juga menilai bahwa penggunaan tembakau lokal akan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan mendatangkan bahan baku dari luar daerah.

Ketika hasil panen masyarakat terserap industri lokal, maka perputaran uang akan tetap berada di Kabupaten Sumenep dan menggerakkan berbagai sektor ekonomi lainnya.

“Saat industri membeli tembakau petani lokal, manfaatnya tidak hanya dirasakan petani. Buruh tani, pedagang, jasa angkutan, hingga pelaku UMKM juga ikut merasakan dampaknya. Ini yang harus terus kita jaga bersama,” ungkapnya.

Selain mendorong penyerapan hasil panen, Haji Udik juga meminta perusahaan rokok membangun komunikasi yang lebih intensif dengan petani maupun kelompok tani.

Komunikasi sejak awal musim tanam dinilai penting agar petani memahami standar kualitas yang dibutuhkan industri, sementara perusahaan memperoleh pasokan bahan baku sesuai spesifikasi.

Ia menilai pola komunikasi yang baik akan meminimalkan kesenjangan informasi terkait kualitas daun, proses pascapanen, hingga mekanisme pembelian yang transparan.

Di sisi lain, Haji Udik memberikan perhatian khusus kepada petani agar tidak tergesa-gesa memanen tanaman tembakau sebelum mencapai kematangan optimal.

Menurutnya, panen dini justru berpotensi menurunkan kualitas daun, memengaruhi aroma, karakter, serta harga jual di tingkat industri.

“Kami mengimbau petani agar bersabar. Jangan memanen tembakau sebelum benar-benar matang hanya karena khawatir harga berubah. Tembakau yang matang memiliki kualitas lebih baik, lebih diminati industri, dan tentu memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi,” imbuhnya.

Ia menambahkan, kualitas tetap menjadi faktor utama yang menentukan daya saing tembakau Sumenep di tengah persaingan industri hasil tembakau yang semakin ketat. Semakin baik kualitas yang dihasilkan petani, semakin besar pula peluang tembakau Sumenep mempertahankan reputasinya sebagai salah satu bahan baku unggulan industri rokok nasional.

Menutup keterangannya, Haji Udik mengajak pemerintah daerah, petani, dan pelaku industri untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun sektor pertembakauan yang sehat dan berkelanjutan.

Sinergi seluruh pihak dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas harga, meningkatkan mutu produksi, memperluas penyerapan hasil panen lokal, sekaligus memperkuat kontribusi tembakau terhadap perekonomian Kabupaten Sumenep.

“Musim panen tahun ini harus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama. Pengusaha menyerap hasil panen lokal, petani menjaga kualitas produksinya, dan pemerintah memperkuat ekosistemnya. Jika tiga unsur ini berjalan seiring, masa depan industri tembakau Sumenep akan semakin kokoh dan kesejahteraan masyarakat akan ikut meningkat,” tutupnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru