Saat Kostum Berjalan, Ekonomi Jember Ikut Berlari: JFC ke-24 Disulap Jadi Mesin Pertumbuhan UMKM

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang peserta saat tampil dengan kostum megah di acara Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-24 (Istimewa - garudajatim.com)

i

Seorang peserta saat tampil dengan kostum megah di acara Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-24 (Istimewa - garudajatim.com)

JEMBER, Garuda Jatim – Di balik kemegahan kostum fantasi yang memukau ribuan pasang mata, Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-24 tahun 2026 menghadirkan cerita lain yang tak kalah menarik.

Bukan hanya parade seni bertaraf internasional, JFC kini menjelma menjadi “mesin ekonomi” yang menghidupkan denyut usaha masyarakat, dari lapak UMKM, hotel, rumah makan, transportasi hingga sektor ekonomi kreatif yang menikmati lonjakan aktivitas selama perhelatan berlangsung.

Perubahan cara pandang terhadap JFC menjadi penegasan baru Pemerintah Kabupaten Jember. Ajang yang selama ini dikenal sebagai ikon karnaval dunia itu kini diposisikan sebagai instrumen pembangunan daerah yang mampu menghasilkan efek ekonomi nyata. Semakin banyak wisatawan datang, semakin besar pula perputaran uang yang dinikmati masyarakat lokal.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengatakan JFC telah berkembang jauh melampaui identitasnya sebagai pertunjukan seni.

Menurutnya, selama 24 tahun penyelenggaraan, karnaval tersebut berhasil membangun ekosistem yang menghubungkan sektor pariwisata, industri kreatif, hingga pelaku usaha mikro dalam satu rantai ekonomi yang saling menguatkan.

“JFC bukan sekadar tontonan. Ini adalah ruang yang mempertemukan masyarakat, menggerakkan ekonomi rakyat, sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi UMKM untuk berkembang,” ujarnya. Minggu (25/7/26)

Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan yang datang setiap penyelenggaraan menjadi modal penting bagi daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis event.

Karena itu, pihaknya menyampaikan setiap agenda besar harus mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, bukan hanya menghasilkan keramaian sesaat.

Gus Fawait menyatakan Jember memiliki sejarah panjang melahirkan tokoh-tokoh nasional di bidang seni, budaya, hingga politik. Kehadiran JFC semakin memperkuat identitas tersebut melalui pembinaan talenta muda yang memiliki potensi di dunia desain, fesyen, tata artistik, hingga industri kreatif berbasis budaya.

“Sebagai pemerintah daerah, kami tentu mendukung kegiatan yang membawa manfaat luas. JFC menjadi ruang lahirnya talenta baru sekaligus terbukti memberikan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, terutama pelaku UMKM dan sektor informal,” tegasnya.

Untuk memastikan manfaat itu terus berlanjut, Pemkab Jember kini menerapkan kebijakan baru terhadap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Setiap kegiatan pemerintah wajib disusun berdasarkan perencanaan yang matang dengan target manfaat yang terukur bagi masyarakat.

“Kami sudah menegaskan kepada seluruh OPD bahwa tidak boleh ada kegiatan yang hanya bersifat seremonial. Setiap event harus memiliki kalkulasi yang jelas, mampu menggerakkan ekonomi lokal, serta memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Gus Fawait.

Memasuki usia ke-24, Jember Fashion Carnaval tidak lagi sekadar menjadi kebanggaan dunia fesyen Indonesia.

“Di bawah arah baru Pemerintah Kabupaten Jember, JFC diproyeksikan sebagai lokomotif ekonomi kreatif yang menghubungkan seni, pariwisata, investasi, dan UMKM dalam satu panggung besar, menjadikan setiap langkah para peserta karnaval ikut menggerakkan roda perekonomian daerah,” tutupnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghubungkan Daratan dan Kepulauan, Disperkimhub Jaga Nadi Mobilitas Sumenep
Disperkimhub Sumenep Jemput Bola ke Kementerian PKP, 841 Rumah Tak Layak Huni Diusulkan Masuk Program BSPS 2026
Jersey, Taktik, dan UMKM Begini Cara MYZE Hotel Sumenep Satukan Tim Layaknya Piala Dunia
Harga BBM di Jawa Timur Bertahan, Selisih Tarif Pertamina, Shell, dan BP Jadi Sorotan Pengendara
Dari Pos Curhat ke Panggung Kebijakan, Bappeda Sumenep Buka Jalur Aspirasi Warga, Perempuan Jadi Prioritas
Bapenda Sumenep Siapkan Road Map Percepatan PAD Lewat Gerakan Pelunasan PBB 2026
Bapenda Sumenep Bangun Gerakan Kepatuhan Pajak dari Desa, SPPT PBB 2026 Disulap Jadi Mesin PAD
Dua Kali Sekda Sumenep Mangkir, DPRD Bekukan Pembahasan APBD 2027 dan Layangkan Mosi Tak Percaya 
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:07 WIB

Saat Kostum Berjalan, Ekonomi Jember Ikut Berlari: JFC ke-24 Disulap Jadi Mesin Pertumbuhan UMKM

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:51 WIB

Menghubungkan Daratan dan Kepulauan, Disperkimhub Jaga Nadi Mobilitas Sumenep

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:29 WIB

Disperkimhub Sumenep Jemput Bola ke Kementerian PKP, 841 Rumah Tak Layak Huni Diusulkan Masuk Program BSPS 2026

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:36 WIB

Jersey, Taktik, dan UMKM Begini Cara MYZE Hotel Sumenep Satukan Tim Layaknya Piala Dunia

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:11 WIB

Harga BBM di Jawa Timur Bertahan, Selisih Tarif Pertamina, Shell, dan BP Jadi Sorotan Pengendara

Berita Terbaru