Dari Pos Curhat ke Panggung Kebijakan, Bappeda Sumenep Buka Jalur Aspirasi Warga, Perempuan Jadi Prioritas

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto (tengah berkacamata) saat sambutan (Za - garudajatim.com)

i

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto (tengah berkacamata) saat sambutan (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menghidupkan kembali PosCurhat sebagai kanal aspirasi publik yang akan hadir hingga tingkat desa untuk mempercepat implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG).

Langkah ini menjadi strategi baru agar setiap aspirasi warga tidak berhenti sebagai keluhan, melainkan dapat bertransformasi menjadi bahan penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif, partisipatif, dan berkeadilan.

Perempuan, kelompok rentan, hingga masyarakat yang selama ini minim akses terhadap ruang pengambilan keputusan menjadi sasaran utama program tersebut.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, menyampaikan bahwa PosCurhat sejatinya bukan program baru. Fasilitas itu pernah berjalan di sejumlah desa, namun kini diaktifkan kembali dengan fungsi yang lebih luas sebagai instrumen pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di daerah.

“PosCurhat nantinya tersedia di setiap desa untuk menerima berbagai aspirasi masyarakat, terutama dari kalangan perempuan,” jelas Arif Firmanto. Jumat (31/7/26).

Menurutnya, pembangunan yang berkualitas tidak hanya diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya proyek fisik, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memperoleh ruang yang setara untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi.

Karena itu, PosCurhat dirancang menjadi ruang dialog yang aman, terbuka, dan mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Di tempat itulah warga dapat menyampaikan persoalan pelayanan publik, kebutuhan pembangunan, hingga gagasan yang dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“PosCurhat bukan sekadar tempat menyampaikan keluhan. Kami ingin menjadikannya ruang yang aman, nyaman, dan adil untuk menjamin kesetaraan hak seluruh masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan,” tegasnya.

Arif menjelaskan, keberadaan PosCurhat merupakan salah satu langkah konkret agar Perda Pengarusutamaan Gender tidak berhenti pada tataran regulasi, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses perencanaan pembangunan di setiap tingkatan pemerintahan.

Melalui mekanisme tersebut, pemerintah berharap setiap kebijakan lahir dari kebutuhan riil masyarakat. Aspirasi warga desa akan memiliki jalur yang lebih jelas menuju pembahasan di tingkat kecamatan hingga kabupaten, sehingga proses pembangunan tidak lagi bersifat satu arah.

Ia optimistis reaktivasi PosCurhat akan memperkuat budaya partisipasi publik sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Semakin banyak warga yang terlibat dalam proses perencanaan, semakin besar peluang lahirnya kebijakan yang tepat sasaran dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.

“Kami berharap PosCurhat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif di Kabupaten Sumenep,” pungkas Arif.

Reaktivasi PosCurhat menandai komitmen baru Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memastikan pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang hadirnya ruang yang setara bagi setiap warga untuk didengar, dihargai, dan dilibatkan dalam menentukan arah masa depan daerah.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru