SUMENEP, Garuda Jatim — Langkah cepat dan terukur ditunjukkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dalam menjaga keselamatan publik.
Tanpa menunggu potensi bahaya menjadi nyata, tim DLH langsung melakukan pemangkasan pohon kering di area pintu masuk Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Senin (4/5/26)
Kawasan yang dikenal sebagai salah satu titik dengan mobilitas tinggi itu menjadi prioritas penanganan, mengingat intensitas aktivitas kendaraan dan pejalan kaki yang terus meningkat setiap harinya. Pemangkasan dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi dahan patah yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Kepala DLH Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam pengelolaan ruang terbuka hijau yang aman dan berkelanjutan.
“Kami menekankan pentingnya perawatan pohon secara berkala sebagai bagian dari mitigasi risiko di ruang publik. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, sehingga setiap potensi bahaya harus diantisipasi sejak dini,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa kegiatan serupa akan terus digencarkan di berbagai titik strategis lainnya di wilayah Sumenep.
“DLH berkomitmen menjaga keseimbangan antara fungsi ekologis dan aspek keselamatan. Penataan pohon tidak hanya soal keindahan, tetapi juga tentang perlindungan bagi masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Sumenep, Hasinudin Firdaus, turun langsung ke lapangan memimpin jalannya proses, memastikan setiap tahapan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Dengan dukungan armada mobil truk pemangkas khusus, petugas menyisir bagian atas pepohonan, memangkas dahan-dahan tinggi yang mulai mengering dan rapuh. Proses dilakukan secara hati-hati untuk menghindari gangguan lalu lintas serta menjaga keselamatan petugas di lapangan.
“Pemangkasan ini merupakan bagian dari perawatan terhadap pohon-pohon yang sudah mengalami kekeringan, agar dahan-dahannya tidak jatuh dan mengenai pengguna jalan maupun masyarakat di sekitar area kantor,” ujar Hasinudin di sela kegiatan.
Ia menegaskan, faktor usia pohon dan kondisi cuaca ekstrem menjadi penyebab utama meningkatnya risiko kerusakan pada vegetasi di ruang publik. Tanpa penanganan cepat, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan insiden yang tidak diinginkan.
“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi insiden. Karena itu, langkah antisipatif seperti ini harus dilakukan secara berkala dan terukur,” tegasnya.
Menurut Hasinudin, kehadirannya secara langsung di lokasi merupakan bentuk komitmen DLH dalam memastikan setiap pekerjaan berjalan maksimal, bukan sekadar formalitas.
“Kami turun langsung untuk memastikan proses pemangkasan berjalan maksimal, tepat sasaran, dan benar-benar menyentuh pohon-pohon yang berpotensi membahayakan,” tutupnya.
Selain aspek keselamatan, kegiatan ini juga berdampak pada penataan visual kawasan. Area pintu masuk Pemkab Sumenep kini tampak lebih tertata, bersih, dan terbuka, mencerminkan wajah kota yang lebih representatif.(Za/Di
Penulis : Za
Editor : Redaksi











