Galian C Ilegal Kian Menganga di Sentol Laok Sumenep, Warga Hidup dalam Bayang-Bayang Longsor dan Abainya Pengawasan

Senin, 4 Mei 2026 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto galian C ilegal Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, masih beroperasi (Za - garudajatim.com)

i

Foto galian C ilegal Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, masih beroperasi (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Jeritan warga Dusun Tenggina, Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, Sumenep, kian nyaring menyusul aktivitas galian C Ilegal yang tak kunjung berhenti sejak 2018.

Meski risiko keselamatan kian nyata, pengerukan tanah justru meningkat dengan penggunaan alat berat, mempertegas kesan lemahnya pengawasan dan penegakan aturan di lapangan.

Lokasi galian yang hanya berjarak sekitar 20 hingga 25 meter dari permukiman warga menjadi sumber kecemasan setiap hari. Suara mesin excavator, debu beterbangan, hingga getaran tanah membuat warga hidup dalam ketidakpastian, terutama saat hujan mengguyur kawasan tersebut.

Sejumlah warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keberatan kepada pemerintah desa, namun belum membuahkan hasil. Aktivitas tambang tetap berjalan, bahkan kini semakin intensif.

“Sudah beberapa kali kami memohon agar penggalian dihentikan, termasuk kepada kepala desa. Tapi sampai sekarang tetap berjalan. Sekarang malah sudah pakai excavator,” ungkap seorang warga. Senin (4/5/26)

Tak hanya gangguan lingkungan, warga mulai merasakan dampak yang lebih serius. Mereka khawatir struktur tanah di sekitar rumah mengalami pergeseran akibat pengerukan yang terus berlangsung tanpa kontrol jelas.

“Setiap hari kami dihantui rasa takut. Jarak rumah dengan galian sangat dekat. Kalau tanahnya terus dikeruk, bukan tidak mungkin pondasi rumah retak atau ambles. Kalau sampai longsor, kami yang pertama kena,” tutur warga lainnya.

Kekhawatiran tersebut diperkuat dengan kondisi infrastruktur desa yang mulai terdampak. Jalan raya di wilayah itu sempat ambrol dan hingga kini belum diperbaiki. Warga menduga kerusakan tersebut berkaitan erat dengan aktivitas tambang yang mengubah kontur tanah di sekitarnya.

Situasi ini juga mengingatkan pada insiden tragis di wilayah yang sama. Pada Jumat, 13 Februari 2026, sebuah mobil pikap dilaporkan terperosok ke dalam jurang bekas galian C di Dusun Kembang, Desa Rombasan, Kecamatan Pragaan. Peristiwa tersebut menjadi alarm keras akan potensi bahaya tambang yang tak dikelola dengan baik.

Ironisnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas galian C di Sentol Laok diduga belum mengantongi izin resmi. Namun hingga kini tidak terlihat adanya penghentian atau tindakan tegas dari pihak berwenang.

“Mungkin karena kami orang kecil, tidak punya kuasa dan pengaruh, jadi permohonan kami seperti tidak pernah dianggap,” ujar warga dengan nada kecewa.

Minimnya respons dari pihak terkait semakin mempertegas kegelisahan warga. Kepala Desa Sentol Laok, Abriyono, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan meski telah dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp pada Senin (4/5/2026).

Warga kini hanya bisa berharap pemerintah desa, pemerintah kabupaten, hingga instansi berwenang segera turun tangan sebelum bencana benar-benar terjadi. Mereka mendesak adanya penghentian sementara aktivitas tambang, audit perizinan, serta langkah konkret untuk menjamin keselamatan lingkungan dan permukiman.

Tanpa tindakan cepat dan tegas, galian yang terus menganga itu bukan hanya menggerus tanah, tetapi juga mengikis rasa aman warga yang setiap hari hidup di tepi ancaman.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru