SUMENEP, Garuda Jatim – Pemilihan Duta Kampus di Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA) Madura mulai diarahkan keluar dari sekadar panggung seremonial dan kontestasi penampilan.
Kampus menegaskan, ajang ini menjadi instrumen kaderisasi mahasiswa untuk menyiapkan figur-figur kepemimpinan muda yang mampu bekerja, bersuara, dan memberi dampak nyata.
Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UNIBA Madura, R. Khaeru Ahmadi, menyatakan bahwa Duta Kampus harus diposisikan sebagai representasi intelektual mahasiswa, bukan ikon simbolik yang hanya aktif di acara formal.
“Kalau Duta Kampus hanya berhenti di seremoni, itu kegagalan. Mereka harus hadir sebagai mahasiswa yang berpikir, bergerak, dan membawa gagasan,” ujar Khaeru. Rabu (25/2/26).
Menurutnya, kampus membutuhkan figur mahasiswa yang mampu menjadi penggerak di tengah dinamika akademik, sosial, dan kemasyarakatan.
Karena itu, Duta Kampus diharapkan terlibat langsung dalam kegiatan ilmiah, program sosial, hingga jejaring kolaborasi eksternal yang membawa nama UNIBA Madura lebih dikenal secara substantif.
“Kami tidak mencari yang sekadar tampil menarik, tapi yang siap bekerja dan memberi pengaruh positif bagi ekosistem kampus,” tegasnya.
Khaeru menjelaskan, proses seleksi Duta Kampus dirancang ketat dan berlapis. Peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan komunikasi dan penampilan publik, tetapi juga ditempa melalui penguatan karakter, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta pemahaman terhadap peran kelembagaan kampus.
“Seleksi ini adalah proses pembentukan. Yang lolos harus siap menjadi komunikator kampus sekaligus jembatan antara dunia akademik dan masyarakat,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa mahkota Duta Kampus bukan titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Tanpa kerja nyata, gelar tersebut dinilai kehilangan makna.
“Euforia kemenangan itu sementara. Yang menentukan adalah apa yang mereka kerjakan setelahnya,” imbuh Khaeru.
Rektorat UNIBA Madura, lanjut dia, berkomitmen mengawal peran Duta Kampus melalui pendampingan berkelanjutan dan ruang aktualisasi yang jelas.
Kampus berharap keberadaan mereka tidak hanya memperkuat citra institusi, tetapi juga melahirkan kultur mahasiswa yang kritis, aktif, inovatif, dan berdaya saing.
Dengan pendekatan ini, UNIBA Madura ingin memastikan Duta Kampus bukan sekadar wajah, melainkan aktor perubahan yang benar-benar bekerja di ruang nyata.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











