SUMENEP, Garuda Jatim – Semarak Festival Jaran Serek di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tahun ini tidak hanya menghadirkan kemeriahan budaya yang menyedot ribuan warga, tetapi juga memperlihatkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan di tengah tingginya aktivitas masyarakat selama acara berlangsung.
Di balik ramainya arak-arakan budaya dan antusiasme penonton yang memadati jalur festival, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup tampak bergerak melakukan pemantauan dan pembersihan di sejumlah titik lokasi kegiatan.
Kehadiran DLH menjadi bagian penting dalam memastikan Festival Jaran Serek tidak hanya sukses sebagai agenda budaya, tetapi juga tetap nyaman, bersih, dan tertib bagi masyarakat maupun wisatawan yang hadir.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, mengatakan pihaknya menerjunkan personel sejak sebelum kegiatan dimulai hingga pasca acara selesai.
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara menyeluruh, terutama di sepanjang rute yang dilalui peserta festival dan area yang menjadi pusat keramaian warga.
Ia menyatakan, pengelolaan kebersihan dalam event berskala besar menjadi bagian penting dalam menciptakan citra positif daerah, terlebih Festival Jaran Serek kini menjadi salah satu agenda budaya yang banyak menarik perhatian publik.
“DLH hadir bukan hanya membersihkan setelah acara selesai, tetapi memastikan sejak awal seluruh area kegiatan tetap terpantau. Kami ingin masyarakat bisa menikmati festival dengan nyaman tanpa terganggu persoalan sampah,” ujarnya. Minggu (10/5/26)
Petugas kebersihan juga disiagakan secara mobile untuk menangani tumpukan sampah yang ditinggalkan pengunjung selama kegiatan berlangsung. Sejumlah armada dan perlengkapan pendukung turut diterjunkan guna mempercepat proses penanganan sampah di lapangan.
Tak hanya itu, DLH menempatkan titik-titik tempat sampah di sejumlah area strategis agar masyarakat lebih mudah membuang sampah pada tempatnya. Langkah tersebut dinilai efektif untuk mengurangi sampah berserakan di sepanjang jalur festival.
Festival Jaran Serek sendiri kembali membuktikan diri sebagai salah satu tradisi rakyat yang masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat modern. Ribuan warga dari berbagai kecamatan memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan atraksi budaya khas yang menjadi identitas lokal Kabupaten Sumenep.
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat itu, Anwar menegaskan bahwa kesadaran kolektif menjaga kebersihan harus menjadi budaya baru dalam setiap kegiatan publik.
Ia menilai keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari ramainya pengunjung atau meriahnya pertunjukan, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat setelah acara berlangsung.
“Kami mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Event budaya akan terasa lebih nyaman apabila semua pihak memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” tegasnya.
Komitmen menjaga kebersihan selama Festival Jaran Serek menjadi gambaran bahwa pengembangan sektor budaya dan pariwisata di Kabupaten Sumenep kini mulai diarahkan sejalan dengan kesadaran lingkungan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, panitia, petugas kebersihan, hingga masyarakat dinilai menjadi kunci agar event budaya tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga mampu menghadirkan ruang publik yang tertata, sehat, dan berkelanjutan.
Dengan pengelolaan yang semakin baik, Festival Jaran Serek diharapkan terus berkembang sebagai ikon budaya unggulan Kabupaten Sumenep yang tidak hanya kaya tradisi, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan dan kualitas lingkungan daerah.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











