IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Garuda Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendadak diguncang kebijakan tegas dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah daratan hingga kepulauan resmi dihentikan sementara operasionalnya setelah ditemukan persoalan serius pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Langkah penghentian itu tertuang dalam Surat Badan Gizi Nasional Nomor 2741/D.TWS/05/2026 tertanggal 25 Mei 2026 yang ditujukan kepada seluruh Kepala SPPG di Jawa Timur. Kebijakan tersebut langsung memicu perhatian publik karena menyangkut keberlangsungan program strategis nasional yang menyasar ribuan penerima manfaat di daerah.

BGN menilai keberadaan IPAL yang belum tersedia atau belum memenuhi standar dapat berpotensi mengganggu kualitas produksi makanan, mutu kandungan gizi, hingga aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG.

“Ditemukan bahwa IPAL di SPPG terlampir belum tersedia dan/atau belum memenuhi standar yang ditetapkan,” demikian bunyi surat resmi yang ditandatangani Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro. Kamis (28/5/26)

Keputusan tersebut diambil berdasarkan Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026, hasil pendataan Koordinator Regional Jawa Timur, serta hasil evaluasi internal pimpinan BGN.

Tak sekadar menghentikan aktivitas operasional, BGN juga merekomendasikan penghentian sementara penyaluran dana bantuan pemerintah terhadap SPPG yang masuk kategori perbaikan mayor atau non kejadian menonjol.

Situasi itu membuat sejumlah pengelola SPPG di Sumenep kini berpacu dengan waktu untuk segera melakukan pembenahan fasilitas sanitasi dan pengelolaan limbah agar status penghentian sementara dapat dicabut.

BGN menegaskan, pencabutan sanksi hanya bisa dilakukan apabila pihak pengelola telah menyerahkan bukti perbaikan lengkap beserta dokumen pendukung kepada Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II untuk diverifikasi secara langsung.

Selain itu, seluruh Kepala SPPG diwajibkan menyelesaikan pembayaran melalui virtual account (VA) paling lambat 1 x 24 jam sejak surat diterbitkan untuk seluruh aktivitas operasional sebelumnya.

Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat tidak ingin program MBG berjalan tanpa standar keamanan pangan dan sanitasi yang ketat. Sebab, program yang menyasar kebutuhan gizi masyarakat tersebut dinilai sangat sensitif terhadap kualitas pengolahan makanan dan pengelolaan limbah.

Di Kabupaten Sumenep sendiri, penghentian sementara ini menyasar SPPG yang tersebar di sejumlah kecamatan strategis seperti Kota Sumenep, Kalianget, Gapura, Rubaru, Saronggi, Talango, Guluk-Guluk, Kangayan hingga Sapeken.

Berikut daftar SPPG yang terdampak penghentian operasional sementara:

SPPG Sumenep Kota Sumenep Kolor (Yayasan Kayan Syaha Abadi)

SPPG Sumenep Kota Sumenep Kebunagung (Yayasan Al-Itqan)

SPPG Sumenep Rubaru Rubaru (Yayasan Rumah Juang Garuda Emas)

SPPG Sumenep Talango Palasa (Yayasan Mitra Cendekia Waskita)

SPPG Sumenep Saronggi Saronggi (Yayasan Alif Batupatih)

SPPG Sumenep Kalianget Kalianget Timur (Yayasan Pendidikan dan Sosial Al Hasani)

SPPG Sumenep Guluk-Guluk Tambuko (Yayasan Bumi Asfan Abadi)

SPPG Sumenep Kangayan Kangayan 2 (Yayasan Mitra Cendekia Waskita)

SPPG Sumenep Sapeken Sapeken 1 (Yayasan Macik Education Squad)

SPPG Sumenep Kota Sumenep Kebunan (Yayasan Bakti Bunda Berjaya)

SPPG Sumenep Kota Sumenep Kolor 2 (Yayasan Cahaya Quran Sumenep)

SPPG Sumenep Kalianget Kalianget Barat 3 (Yayasan Adirasa Mandiri Indonesia)

SPPG Sumenep Kangayan Kangayan (Yayasan Elfath)

SPPG Sumenep Gapura Gapura Timur 2 (Yayasan Ponpes At-ta’awun)

SPPG Sumenep Kalianget Kalianget Barat (Yayasan Mathlabul Ulum)

SPPG Sumenep Kota Sumenep Karangduak (Yayasan Abhinaya Dakara Indonesia)

Penghentian operasional ini diperkirakan akan berdampak pada distribusi layanan MBG di sejumlah wilayah, terutama kawasan kepulauan yang selama ini bergantung pada keberadaan dapur pelayanan gizi tersebut.

Di sisi lain, kebijakan tegas BGN juga dipandang sebagai bentuk pengawasan serius agar pelaksanaan Program MBG tidak hanya berjalan administratif, tetapi benar-benar memenuhi standar kesehatan lingkungan dan keamanan pangan secara menyeluruh.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 137 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru