Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKUPP Sumenep, Moh. Ramli, saat diwawancarai wartawan (Za - garudajatim.com)

i

Kepala DKUPP Sumenep, Moh. Ramli, saat diwawancarai wartawan (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Di tengah kebiasaan generasi muda menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar ponsel, sebuah perubahan besar diam-diam sedang terjadi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Gawai yang selama ini identik dengan hiburan dan media sosial, kini mulai bertransformasi menjadi “mesin uang” baru yang melahirkan gelombang wirausahawan digital dari desa hingga wilayah kepulauan.

Fenomena ini menjadi perhatian serius Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep. Di tengah ketatnya persaingan kerja dan terbatasnya lapangan pekerjaan formal, ekonomi digital dinilai menjadi peluang emas yang bisa dimanfaatkan generasi muda untuk menciptakan usaha secara mandiri.

Kepala DKUPP Sumenep, Moh. Ramli, menilai perubahan tersebut sebagai sebuah revolusi ekonomi yang tidak boleh dilewatkan oleh anak-anak muda Sumenep.

“Dulu orang harus punya toko, punya tempat usaha, bahkan modal yang besar untuk memulai bisnis. Sekarang cukup dengan gawai, jaringan internet, dan kreativitas, seseorang sudah bisa menjual produk ke berbagai daerah bahkan luar negeri,” ujarnya. Selasa (2/6/26)

Menurut Ramli, perkembangan teknologi telah mengubah peta persaingan usaha secara drastis. Anak muda yang mampu membaca peluang digital kini memiliki kesempatan yang sama besar dengan pelaku usaha yang sudah lama berkecimpung di dunia bisnis.

Bahkan, lanjut dia, tidak sedikit pelaku UMKM muda di Sumenep yang memulai usahanya dari kamar rumah, teras, hingga warung kecil, lalu memasarkan produknya melalui media sosial dan marketplace.

Ia menegaskan, dari usaha kuliner, fesyen, kerajinan tangan, jasa desain grafis, hingga menjadi kreator konten, semuanya kini dapat dijalankan hanya melalui perangkat yang ada di genggaman tangan.

“Yang paling penting bukan seberapa mahal gawainya, tetapi bagaimana memanfaatkan teknologi itu menjadi alat produktif yang menghasilkan nilai ekonomi,” tegas Ramli.

Generasi Digital Harus Berani Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Ramli mengungkapkan, tantangan generasi muda saat ini bukan lagi soal akses teknologi. Hampir semua orang memiliki ponsel pintar. Namun yang menjadi persoalan adalah bagaimana mengubah pola pikir dari sekadar konsumen menjadi produsen.

Ia menilai masih banyak anak muda yang menggunakan media sosial hanya untuk hiburan. Padahal platform digital dapat menjadi sarana pemasaran yang sangat efektif untuk membangun merek, menjangkau pelanggan, hingga menciptakan peluang usaha baru.

“Kalau hanya digunakan untuk scroll dan hiburan, manfaat ekonominya sangat kecil. Tetapi ketika digunakan untuk promosi, jualan, membangun jaringan bisnis, maka gawai bisa menjadi aset yang menghasilkan,” katanya.

Dari Kepulauan Menuju Pasar Nasional

Yang menarik, peluang bisnis digital tidak hanya dirasakan masyarakat perkotaan. Pelaku usaha di wilayah kepulauan Sumenep pun mulai merasakan manfaat teknologi digital untuk memperluas pasar mereka.

Produk-produk lokal yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar kini mulai menjangkau konsumen di berbagai daerah melalui pemasaran online. Kondisi ini menjadi bukti bahwa digitalisasi mampu menghapus batas geografis yang selama ini menjadi tantangan utama pelaku usaha di daerah kepulauan.

Bagi Ramli, transformasi tersebut bukan sekadar tren sesaat. Digitalisasi diyakini akan menjadi fondasi baru pertumbuhan ekonomi daerah dalam beberapa tahun mendatang.

Sumenep Menatap Era Baru Ekonomi Digital

Ramli optimistis Sumenep memiliki potensi besar untuk melahirkan lebih banyak pengusaha muda berbasis digital. Apalagi daerah ini memiliki jumlah generasi muda yang cukup besar serta kekayaan produk lokal yang beragam.

Karena itu, pihaknya terus mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui pelatihan, pendampingan usaha, penguatan pemasaran digital, hingga pengembangan inovasi produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Anak muda jangan hanya bercita-cita mencari pekerjaan. Era digital memberi kesempatan untuk menciptakan pekerjaan. Ini momentum yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” tandasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru