SUMENEP, Garuda Jatim – Tahapan seleksi Pemilihan Duta Kampus Universitas Bahaudin Mudhary Madura, Jawa Timur, resmi memasuki fase krusial. Setelah melalui penyaringan awal, sebanyak 12 mahasiswa terpilih sebagai finalis dari total 28 peserta yang sebelumnya lolos pada Tes Tahap Pertama.
Penetapan 12 finalis tersebut merupakan hasil dari Tes Tahap Kedua yang dilaksanakan melalui mekanisme seleksi ketat dan objektif. Dalam tahap ini, peserta harus melewati tes wawancara serta uji bakat dan minat yang dirancang untuk menggali kualitas personal secara menyeluruh, tidak semata kemampuan berbicara di depan publik.
Wakil Rektor II UNIBA Madura, Khaeru Ahmadi, menegaskan bahwa ajang ini tidak semata mencari mahasiswa dengan penampilan menarik, melainkan figur yang mampu menjadi representasi nilai, etika, dan identitas kampus.
“Melalui tahapan seleksi yang ketat dan objektif, telah terpilih 12 orang finalis yang dinilai memenuhi kriteria dan standar yang telah ditetapkan,” ujar Khaeru. Rabu (28/1/26)
Ia menjelaskan, proses wawancara difokuskan pada pengukuran wawasan, cara berpikir kritis, serta pemahaman peserta terhadap peran strategis duta kampus. Sementara pada tes bakat dan minat, peserta ditantang menampilkan kreativitas, potensi unggulan, kepercayaan diri, hingga sikap dan kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai luhur institusi.
“Pemilihan Duta Kampus UBM Madura sendiri memiliki tujuan jangka panjang, yakni membina mahasiswa terbaik agar mampu menjadi wajah kampus yang representatif. Duta kampus diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga berperan sebagai agen informasi, promotor kampus, sekaligus figur teladan yang membawa pengaruh positif di tengah masyarakat,” paparnya.
Dalam proses penilaian, lanjut dia, dewan juri menekankan sejumlah indikator utama, antara lain bakat, teknik penyampaian, daya tarik personal, serta attitude. Aspek sikap dan etika menjadi perhatian khusus, mengingat duta kampus diposisikan sebagai simbol nilai, karakter, dan integritas Universitas Bahaudin Mudhary Madura.
Panitia turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan penuh komitmen dan sportivitas.
Pihaknya menyatakan, meski hanya 12 mahasiswa yang berhasil melaju ke tahap final, seluruh peserta dinilai telah menunjukkan semangat kompetitif yang sehat dan dedikasi tinggi.
Sebagai bagian dari penguatan identitas, Pemilihan Duta Kampus UBM Madura mengusung jargon “ngereng gutong rojhung aghei’ bintang”, yang berarti mari bergotong royong untuk meraih bintang. Jargon tersebut menjadi simbol kebersamaan dan kolaborasi dalam membangun peran duta kampus yang berdampak nyata bagi institusi.
Tahapan selanjutnya akan berlanjut hingga malam Grand Final. Panitia berharap, dari proses panjang ini akan lahir Duta Kampus UBM Madura yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga cerdas, berkarakter, serta mampu berkontribusi nyata dalam mengharumkan nama kampus di tingkat regional maupun nasional.
Sebelum menutup sambutan, ia menyampaikan harapan, agar hingga malam Grand Final, rangkaian kegiatan berjalan lancar.
“Sehingga menghasilkan Duta Kampus yang tidak hanya unggul dalam penampilan, tetapi juga berkarakter dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.(Ris/Di)
Penulis : Ris
Editor : Redaksi











