Dinsos Sumenep Geser Paradigma Pembangunan, Hak Anak Ditarik ke Pusat Kebijakan Daerah

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dinsos Sumenep saat melaksanakan Desk
Kabupaten Layak Anak (Za - garudajatim.com)

i

Dinsos Sumenep saat melaksanakan Desk Kabupaten Layak Anak (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai mengubah cara pandang pembangunan daerah.

Anak tidak lagi diposisikan sebagai objek program sosial semata, melainkan sebagai subjek utama kebijakan yang harus dilindungi, dipenuhi haknya, dan dijamin masa depannya. Inilah fondasi baru yang sedang dikuatkan menuju Kabupaten Layak Anak (KLA).

Komitmen tersebut mengemuka dalam Desk Lanjutan KLA yang digelar Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumenep di Ruang Rapat Potre Koneng Bappeda.

Forum ini tidak sekadar menjadi agenda rutin evaluasi, melainkan ruang strategis untuk menyatukan arah kebijakan lintas sektor.

Perangkat daerah, lembaga masyarakat, dunia usaha, hingga fasilitator nasional duduk dalam satu meja untuk memastikan agenda perlindungan anak benar-benar terhubung dengan perencanaan pembangunan daerah, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, Rahman Riadi, mengatakam bahwa pendekatan KLA harus keluar dari jebakan administratif. Menurutnya, keberhasilan KLA diukur dari perubahan nyata yang dirasakan anak dalam kehidupan sehari-hari.

“Kabupaten Layak Anak bukan sekadar soal predikat atau kelengkapan dokumen. Ini tentang memastikan setiap kebijakan pembangunan dari perencanaan hingga implementasi benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik anak,” ujarnya. Kamis (26/2/26)

Rahman menekankan, penguatan lima klaster hak anak menuntut kerja kolaboratif yang konsisten. Tanpa keterlibatan aktif dunia usaha dan masyarakat sipil, kebijakan berisiko kehilangan daya dorong di tingkat akar rumput.

Ia mendorong dunia usaha tidak sekadar menyalurkan CSR seremonial, tetapi merancang kontribusi yang relevan dengan kebutuhan anak. Sementara lembaga masyarakat diharapkan mengambil peran lebih besar dalam edukasi publik dan pengawasan sosial.

“Kita tidak ingin sinergi berhenti pada forum. Yang kita kejar adalah perubahan sistem dan perilaku, sehingga anak benar-benar terlindungi,” jelasnya.

Dari sisi perencanaan, Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep Arif Firmanto menegaskan bahwa indikator KLA harus tertanam dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. Tanpa itu, program berisiko terfragmentasi dan kehilangan dampak.

“Perencanaan adalah kunci. Jika indikator KLA tidak terintegrasi dalam dokumen perencanaan dan penganggaran, maka kebijakan akan berjalan parsial dan tidak berkelanjutan,” ucapnya.

Senada disampaikan oleh Fasilitator Nasional KLA, Nanang Abdul Chanan, mengingatkan bahwa penilaian KLA bertumpu pada kekuatan sistem dan dampak faktual, bukan tumpukan laporan.

“Yang dinilai adalah bagaimana sistem bekerja dan apa dampaknya bagi anak. Administrasi penting, tetapi dampak nyata jauh lebih menentukan,” tegasnya.

Desk lanjutan ini menjadi penanda bahwa Kabupaten Sumenep tengah mengarusutamakan perspektif anak dalam pembangunan daerah. Bukan sekadar mengejar kenaikan peringkat nasional, melainkan membangun fondasi jangka panjang bagi generasi masa depan.

Dengan kolaborasi lintas sektor yang diperkuat dan kebijakan yang mulai disusun berbasis hak anak, agenda Kabupaten Layak Anak di Sumenep diarahkan menjadi strategi pembangunan berkelanjutan bukan slogan, melainkan komitmen nyata yang menentukan kualitas generasi penerus Madura.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan
SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar
Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah
Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan
IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN
Inspektorat Sumenep Turun ke Meddelan, Audit ADD-DD dan Dugaan Polemik Dana BUMDes Jadi Sorotan
Menata Masa Depan dari Pinggiran: Bappeda Sumenep Dorong Pembangunan Berkeadilan hingga Kepulauan
K-Beauty Serbu Kota Keris, MYZE Hotel Sumenep Sulap Beauty Class Jadi Panggung Percaya Diri Perempuan Muda
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:22 WIB

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:02 WIB

SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:28 WIB

Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:30 WIB

Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:33 WIB

IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN

Berita Terbaru