SUMENEP, Garuda Jatim – Di tengah tuntutan pembangunan yang semakin kompleks, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengusung misi besar yang tidak hanya berorientasi pada lahirnya program-program baru, tetapi juga menjadikan inovasi sebagai budaya dalam setiap proses pembangunan daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan Kepala BRIDA Sumenep, Siswahyudi Bintoro, yang menilai bahwa inovasi tidak boleh dipahami sebatas menciptakan aplikasi atau teknologi baru.
“Lebih dari itu, inovasi harus menjadi cara berpikir dan cara bekerja seluruh elemen pemerintahan dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” ujarnya. Kamis (18/6/26)
Menurut Bintoro, pembangunan daerah yang berkelanjutan membutuhkan fondasi kebijakan yang berbasis riset, data, dan kreativitas.
Karena itu, lanjut dia, BRIDA hadir sebagai motor penggerak yang menghubungkan hasil penelitian, gagasan akademik, potensi lokal, hingga kebutuhan riil masyarakat menjadi rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan secara nyata.
“Pembangunan yang berhasil tidak cukup hanya mengandalkan rutinitas birokrasi. Harus ada keberanian untuk berinovasi, melakukan perbaikan, dan mencari solusi baru terhadap berbagai tantangan yang ada. Inovasi harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar program sesaat,” bebernya.
Ia menjelaskan, BRIDA memiliki peran strategis dalam memastikan setiap kebijakan daerah memiliki dasar ilmiah yang kuat. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah dapat mengambil keputusan yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Ia menyatakan bahwa langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Sumenep yang mulai menempatkan riset dan inovasi sebagai salah satu instrumen penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan sektor pertanian, perikanan, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan potensi kepulauan.
Lebih jauh ia menyampaikan, dalam beberapa tahun terakhir BRIDA juga terus mendorong penguatan ekosistem inovasi daerah melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas, pelaku usaha, organisasi masyarakat, dan perangkat daerah.
“Pendekatan kolaboratif dinilai menjadi kunci untuk melahirkan inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat,” sambungnya.
Bintoro menambahkan, tantangan pembangunan saat ini tidak dapat diselesaikan dengan pola kerja konvensional. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta dinamika ekonomi global menuntut pemerintah daerah untuk lebih adaptif dan responsif.
Karena itu, BRIDA berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa inovasi bukan hanya tanggung jawab satu organisasi perangkat daerah, melainkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat.
“Ketika inovasi sudah menjadi budaya, maka setiap tantangan akan dilihat sebagai peluang untuk menciptakan solusi yang lebih baik. Dari situlah kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah akan meningkat,” imbuhnya.
Optimisme tersebut semakin menguat seiring komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam memperkuat sektor riset dan inovasi melalui dukungan program dan anggaran yang terus diarahkan untuk pengembangan penelitian, pengkajian kebijakan, serta penguatan inovasi daerah. Pada tahun 2026, program riset dan inovasi daerah bahkan mendapat alokasi anggaran lebih dari Rp1 miliar sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun kebijakan berbasis pengetahuan.
“Dengan semangat tersebut, kami menargetkan lahirnya berbagai terobosan yang tidak hanya meningkatkan efektivitas pemerintahan, tetapi juga mampu mempercepat transformasi pembangunan daerah. Bagi Bintoro, keberhasilan pembangunan bukan semata-mata diukur dari banyaknya proyek yang dibangun, melainkan dari kemampuan daerah menciptakan perubahan yang inovatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” paparnya.
“Di tangan kami, inovasi kini tidak lagi sekadar slogan birokrasi. Ia diposisikan sebagai energi baru yang diharapkan mampu menggerakkan seluruh komponen daerah menuju Sumenep yang lebih maju, adaptif, dan berdaya saing di masa depan,” tandasnya.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











