SUMENEP, Garuda Jatim — Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali mengintensifkan penataan kawasan perkotaan melalui kegiatan kurve (kerja bakti) terpadu di sepanjang Jalan dr. Cipto.
Aksi ini menjadi langkah konkret dalam merespons persoalan kebersihan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) demi menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib dan sehat.
Sejak pagi, ratusan personel dari berbagai OPD diterjunkan untuk melakukan pembersihan menyeluruh di salah satu ruas jalan tersibuk di kota tersebut.
Fokus kegiatan tidak hanya pada pengangkutan sampah, tetapi juga penanganan vegetasi liar serta pembenahan drainase guna mencegah potensi genangan. Jalan dr. Cipto dipilih karena memiliki peran strategis sebagai jalur utama aktivitas masyarakat dan layanan publik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumenep,Anwar Syahroni Yusuf, mengatakan bahwa kurve merupakan instrumen penting dalam membangun kesadaran kolektif.
Menurutnya, perubahan wajah kota hanya bisa dicapai jika kebersihan menjadi tanggung jawab bersama, bukan semata tugas pemerintah.
“Gerakan ini kami dorong agar menjadi budaya. Tidak berhenti di kegiatan hari ini, tetapi berlanjut dalam perilaku sehari-hari masyarakat,” ujarnya. Sabtu (25/4/26)
Pengamanan kegiatan turut melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja Sumenep, yang memastikan aktivitas berjalan lancar tanpa mengganggu arus lalu lintas. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai sebagai model penanganan lingkungan yang efektif dan terukur.
Langkah cepat pemerintah daerah ini tidak terlepas dari kondisi sebelumnya, di mana kawasan Jalan dr. Cipto sempat menuai sorotan akibat penumpukan sampah di sejumlah titik. Situasi tersebut mendorong percepatan penanganan dengan pendekatan lebih sistematis dan berkelanjutan.
Tidak hanya itu, Kehadiran Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, di lokasi kegiatan menjadi penegas komitmen pemerintah daerah dalam mengawal langsung upaya pembenahan lingkungan.
Ia tampak berjalan menyusuri area kerja bakti, berdialog dengan para petugas, serta memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan efektif.
Dalam arahannya juga menyoroti pentingnya optimalisasi sarana kebersihan, termasuk pengadaan mesin pemotong rumput untuk mendukung kinerja petugas di lapangan. Selain itu, ia menegaskan kebijakan penataan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) agar tidak lagi berada di tepi jalan.
“Ke depan, tidak boleh ada TPS di pinggir jalan, khususnya di wilayah perkotaan. Pemerintah sudah menyiapkan fasilitas yang lebih representatif,” jelas Wabup Imam Hasyim.
Ia juga mengapresiasi kekompakan seluruh OPD yang terlibat, seraya menekankan bahwa nilai kebersihan sejalan dengan prinsip kehidupan yang dijunjung masyarakat.
“Semangat gotong royong ini harus terus dijaga dan ditularkan ke masyarakat luas, sehingga menjadi gerakan bersama,” imbuhnya.
Melalui kegiatan kurve terpadu ini, Pemkab Sumenep menargetkan perubahan signifikan tidak hanya pada aspek fisik lingkungan, tetapi juga dalam membangun kesadaran publik. Jalan dr. Cipto kini diarahkan menjadi contoh nyata transformasi kawasan perkotaan yang bersih, tertata, dan berkelanjutan.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











