HDDAP Jadi Mesin Baru Pertanian Sumenep, Dari Lahan Kering Menuju Lumbung Hortikultura Modern

Jumat, 17 April 2026 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, (kiri) foto bersama Wabup Sumenep, Imam Hasyim( dua kiri) saat rapat koordinasi di Kantor Bupati tentang HDDAP (Za - garudajati.com)

i

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, (kiri) foto bersama Wabup Sumenep, Imam Hasyim( dua kiri) saat rapat koordinasi di Kantor Bupati tentang HDDAP (Za - garudajati.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai mengakselerasi transformasi sektor pertanian dengan menjadikan program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) sebagai tulang punggung baru pengembangan komoditas hortikultura berbasis lahan kering.

Program ini dirancang sebagai strategi jangka panjang untuk menjawab tantangan klasik pertanian Sumenep, keterbatasan air, rendahnya produktivitas, dan lemahnya akses pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, menilai HDDAP sebagai momentum penting untuk membenahi struktur pertanian daerah yang selama ini cenderung stagnan.

Menurutnya, pendekatan berbasis klaster dan komoditas unggulan akan mempermudah intervensi kebijakan, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga akses pasar.

“HDDAP membuka ruang bagi petani untuk tidak lagi berjalan sendiri. Kami dorong adanya penguatan kelembagaan kelompok tani, pendampingan intensif, serta penerapan teknologi irigasi hemat air yang sesuai dengan karakter lahan kering di Sumenep,” jelas Chainur. Jumat (17/4/26)

Ia menekankan, bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi pendampingan dan keterlibatan aktif petani sebagai pelaku utama.

DKPP, lanjut dia, akan memastikan bahwa setiap klaster tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga terhubung dengan pasar melalui sistem distribusi yang lebih terorganisir.

Dengan desain yang terintegrasi dan dukungan lintas sektor, HDDAP diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mengubah wajah pertanian Sumenep menjadi lebih kompetitif.

“Pemerintah daerah menargetkan, dalam beberapa tahun ke depan, kawasan-kawasan yang selama ini dikenal sebagai lahan marginal justru akan menjelma menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis hortikultura,” sambungnya.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan ekonomi, langkah “tancap gas” Pemkab Sumenep ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pertanian tidak lagi diposisikan sebagai sektor tradisional, melainkan sebagai pilar strategis pembangunan daerah yang modern, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menegaskan bahwa HDDAP hadir sebagai “game changer” yang akan menggeser paradigma pertanian lokal dari pola tradisional menuju sistem modern yang adaptif dan berbasis nilai ekonomi tinggi.

Dalam rapat koordinasi di Kantor Bupati, pihaknya menekankan bahwa pendekatan program ini bersifat menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan, pemanfaatan teknologi tepat guna, hingga integrasi rantai nilai.

“Ini bukan sekadar meningkatkan hasil panen, tetapi membangun sistem pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan,” ucap KH. Imam Hasyim.

Langkah strategis tersebut diperkuat dengan masuknya Sumenep sebagai salah satu dari 13 kabupaten di Indonesia yang terpilih dalam program HDDAP.

“Tiga komoditas unggulan langsung menjadi fokus pengembangan, yakni pisang, cabai, dan bawang merah, yang dipetakan secara spesifik berdasarkan potensi wilayah,” paparnya.

Pengembangan pisang dipusatkan di Kecamatan Batuputih dengan dua klaster seluas 32,53 hektare. Sementara itu, komoditas cabai difokuskan di Kecamatan Ambunten dan Rubaru.

Ambunten mengembangkan dua klaster dengan luas 62,87 hektare, sedangkan Rubaru menjadi wilayah dengan ekspansi terbesar melalui 16 klaster yang terus didorong menjadi sentra produksi cabai skala regional.

Adapun bawang merah dikembangkan di Kecamatan Guluk-Guluk dan Pasongsongan. Di Guluk-Guluk, pengembangan mencakup empat klaster seluas 49,77 hektare, sementara di Pasongsongan mencapai tujuh klaster dengan total luasan 53,94 hektare. Skema klasterisasi ini dirancang untuk menciptakan efisiensi produksi sekaligus memperkuat posisi tawar petani dalam rantai distribusi.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dipidanakan di Tengah Sengketa Perdata, Kuasa Hukum H. Latib Sentil Kinerja Polres Pamekasan
Klarifikasi Kepala SDN Juluk II Sumenep atas Dugaan Gangguan Pencernaan Siswa Usai Konsumsi MBG
Dukung Inisiatif Keberlanjutan, MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan Inovasi Kuliner “Rebellious Hunger”
Harlah ke-VIII LBH Achmad Madani, Merawat Warisan Perjuangan, Menguatkan Barisan Pembela Keadilan
SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 
Tarik Ulur Kepentingan di Balik Tiga Raperda, DPRD Sumenep Uji Arah Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Aset
Temuan Ulat dan Rambut di Menu MBG yang Disalurkan SPPG Pakamban Laok 2 Picu Desakan Evaluasi Total
Dinsos P3A Sumenep Perkuat Peran, Satgas PPA Desa Jadi Instrumen Utama Perlindungan Perempuan dan Anak
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 08:19 WIB

Dipidanakan di Tengah Sengketa Perdata, Kuasa Hukum H. Latib Sentil Kinerja Polres Pamekasan

Jumat, 17 April 2026 - 21:32 WIB

Klarifikasi Kepala SDN Juluk II Sumenep atas Dugaan Gangguan Pencernaan Siswa Usai Konsumsi MBG

Jumat, 17 April 2026 - 12:28 WIB

Dukung Inisiatif Keberlanjutan, MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan Inovasi Kuliner “Rebellious Hunger”

Jumat, 17 April 2026 - 10:20 WIB

HDDAP Jadi Mesin Baru Pertanian Sumenep, Dari Lahan Kering Menuju Lumbung Hortikultura Modern

Kamis, 16 April 2026 - 18:26 WIB

Harlah ke-VIII LBH Achmad Madani, Merawat Warisan Perjuangan, Menguatkan Barisan Pembela Keadilan

Berita Terbaru