SUMENEP, Garuda Jatim – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Jawa Timur, kembali menghadirkan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kepulauan.
Kali ini, melalui program transportasi laut gratis, para santri diberi kemudahan untuk kembali ke pondok pesantren tanpa harus terbebani biaya perjalanan yang selama ini menjadi kendala utama.
Kebijakan ini berlaku pada rute strategis Pelabuhan Jangkar dan Kalianget, dua jalur vital yang menghubungkan pulau-pulau di wilayah Sumenep dengan daratan. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pendidikan berbasis keagamaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat kepulauan.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Hosnan, menilai langkah ini sebagai terobosan progresif yang tidak hanya berdampak pada sisi ekonomi, tetapi juga memperkuat keberlanjutan pendidikan santri di daerah kepulauan.
Menurutnya, selama ini biaya transportasi laut menjadi beban tersendiri bagi keluarga santri. Kondisi geografis yang terpisah oleh laut membuat akses pendidikan tidak selalu mudah dijangkau tanpa dukungan kebijakan yang berpihak.
“Program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat kepulauan. Pemerintah hadir memberikan solusi konkret, terutama bagi para santri yang menjadi generasi penerus daerah,” ungkapnya. Minggu (29/03/26).
Ia menyatakan, kebijakan ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga eksistensi pesantren sebagai pilar pendidikan dan moral masyarakat Sumenep.
Dengan akses yang lebih mudah, lanjut dia, santri diharapkan dapat lebih fokus dalam menempuh pendidikan tanpa dihantui persoalan biaya.
Tak hanya itu, pihak legislatif juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program tersebut agar berjalan konsisten dan berkelanjutan. Evaluasi berkala dinilai penting agar pelayanan transportasi semakin optimal dan tepat sasaran.
“Ke depan, kami berharap program ini bisa diperluas, baik dari sisi jadwal, armada, maupun jangkauan wilayahnya,” tegas Hosnan.
Program transportasi laut gratis ini sekaligus menjadi simbol kehadiran negara di wilayah kepulauan, yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan infrastruktur dan layanan publik. Dengan kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di daratan, tetapi juga menjangkau wilayah terluar.
Di tengah tantangan geografis, langkah ini menjadi angin segar bagi para santri dan keluarganya. Harapannya, kemudahan akses ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dalam membangun masa depan Sumenep.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











