Festival Ketupat 2026 di Pantai Lombang, Pemkab Sumenep Siapkan Panggung Budaya dan Dongkrak Ekonomi Lokal

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Flyer festival Ketupat Sumenep (istimewa - garudajatim.com)

i

Flyer festival Ketupat Sumenep (istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, memastikan pelaksanaan Festival Ketupat Sumenep 2026 akan digelar pada 26 Maret 2026 di kawasan wisata Pantai Lombang.

Agenda tahunan yang sarat nilai budaya ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya, sebagai bentuk komitmen menghadirkan ruang hiburan rakyat yang inklusif.

Momentum pasca-Hari Raya Idulfitri dimanfaatkan Pemkab Sumenep untuk mengangkat kembali tradisi ketupat yang menjadi identitas kuat masyarakat Madura.

Festival ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga dirancang sebagai instrumen strategis untuk menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah.

Rangkaian kegiatan telah disusun secara komprehensif oleh panitia, mulai dari prosesi Topak Lobar yang mencerminkan semangat kebersamaan, hingga lomba kreasi olahan ketupat dan orong ketupat yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Suasana festival juga akan dimeriahkan dengan penampilan seni musik dari berbagai komunitas lokal seperti Baladewa Percussion, Megaremeng Percussion, dan Pamdas Community.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa penyelenggaraan festival ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan pemerintah kecamatan hingga organisasi perangkat daerah menjadi bukti keseriusan dalam mengembangkan potensi budaya sekaligus memperkuat daya tarik wisata daerah.

“Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan budaya lokal agar tetap lestari sekaligus bernilai ekonomi,” ujar Fauzi. Rabu (25/3/26).

Selain menjadi ajang pelestarian tradisi, Festival Ketupat juga membuka ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai produk unggulan akan ditampilkan, mulai dari kuliner berbahan dasar ketupat hingga kerajinan khas Sumenep yang diharapkan mampu menarik minat wisatawan.

Panitia juga memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam berbagai lomba melalui sistem pendaftaran digital berbasis kode QR yang telah disediakan dalam materi promosi resmi.

Pemilihan Pantai Lombang sebagai pusat kegiatan dinilai strategis. Destinasi wisata ini dikenal dengan hamparan pasir putih yang luas serta deretan pohon cemara udang yang menjadi ikon khas.

Keindahan alam tersebut diyakini akan memperkuat daya tarik festival dan memberikan pengalaman wisata yang berbeda bagi pengunjung.

Mengusung konsep perpaduan budaya, kuliner, dan hiburan, Festival Ketupat Sumenep 2026 diproyeksikan menjadi katalis baru bagi pertumbuhan sektor pariwisata daerah.

Pemerintah daerah optimistis kegiatan ini tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Masyarakat kami imbau untuk ikut meramaikan festival ini dengan tetap menjaga kebersihan dan ketertiban. Ini adalah kesempatan penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sumenep ke tingkat yang lebih luas,” tandasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB