WFH Setiap Rabu, Jurus Baru Pemprov Jatim Tekan BBM Tanpa Korbankan Layanan Publik

Sabtu, 28 Maret 2026 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi menerapkan kebijakan WFH bagi ASN (Istimewa - garudajatim.com)

i

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi menerapkan kebijakan WFH bagi ASN (Istimewa - garudajatim.com)

SURABAYA, Garuda Jatim — Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah strategis menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mendorong efisiensi energi. Kebijakan ini mulai berlaku awal April 2026 dan dijalankan setiap hari Rabu.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa kebijakan tersebut bukan bentuk pelonggaran kinerja, melainkan transformasi pola kerja yang menuntut kedisiplinan dan produktivitas lebih tinggi.

Hal itu disampaikannya saat apel dan halal bihalal bersama ASN dan BUMD usai libur Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur.

“Mulai minggu depan WFH kita laksanakan setiap hari Rabu. Sementara Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat tetap bekerja secara langsung. Ini bagian dari upaya penghematan BBM dan energi yang selaras dengan kebijakan pemerintah pusat,” ujar Khofifah. Sabtu (28/3/26)

Khofifah menekankan, penerapan WFH tidak boleh diartikan sebagai pengurangan intensitas kerja. Justru, sistem kerja fleksibel ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan kualitas kinerja ASN, terutama dalam menjaga kesinambungan pelayanan publik.

Pihaknya memastikan sektor-sektor pelayanan vital tetap berjalan normal dengan sistem pengaturan kehadiran. Pengawasan terhadap kinerja ASN juga akan diperketat melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

“Pelayanan publik tidak boleh berkurang. Kinerja harus tetap optimal, koordinasi harus semakin kuat, dan seluruh ASN dituntut menjaga tanggung jawabnya,” paparnya.

Khofifah menjelaskan bahwa skema WFH dipilih dibandingkan work from anywhere (WFA) karena dinilai lebih efektif dalam menjaga kontrol dan produktivitas kerja ASN. Dengan bekerja dari rumah, keluarga dapat turut memantau dan mendukung aktivitas kerja.

Penetapan hari Rabu sebagai waktu WFH bukan tanpa alasan. Berdasarkan perhitungan Pemprov Jatim, rata-rata ASN menempuh jarak sekitar 14 kilometer menuju kantor atau 28 kilometer pulang-pergi setiap harinya.

Dengan satu hari WFH dalam sepekan, potensi penghematan BBM dinilai signifikan. Selain itu, pemilihan hari Rabu juga untuk menghindari potensi lonjakan mobilitas jika kebijakan diterapkan pada hari Jumat yang berdekatan dengan akhir pekan.

“Kalau hari Jumat, ada kecenderungan terjadi long weekend yang justru meningkatkan konsumsi BBM untuk perjalanan luar kota atau rekreasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengajak seluruh ASN menjadikan momentum Idul Fitri sebagai titik awal memperkuat semangat pengabdian. Nilai-nilai yang ditempa selama Ramadan seperti disiplin, kejujuran, dan keikhlasan, diharapkan tercermin dalam etos kerja pasca-Lebaran.

“Hari ini bukan sekadar kembali bekerja, tetapi momentum reset untuk memperkuat soliditas, solidaritas, dan komitmen sebagai pelayan masyarakat,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa ASN harus menjadi garda terdepan dalam menghadirkan layanan publik yang responsif, profesional, dan tanpa hambatan. Dalam sepekan ke depan, seluruh perangkat daerah diminta memastikan layanan publik kembali berjalan 100 persen normal tanpa adanya penumpukan pekerjaan (backlog).

“Tidak boleh ada penurunan ritme kerja. Ini menjadi tolok ukur komitmen kita dalam menjaga kepercayaan masyarakat,” tegas Khofifah.

Dengan kebijakan ini, Pemprov Jawa Timur berharap mampu menciptakan keseimbangan antara efisiensi energi dan peningkatan kinerja birokrasi, tanpa mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB