SUMENEP, Garuda Jatim – Haflatul Imtihan Yayasan Pesantren Nurul Jadid Gilang, Bluto, Sumenep, Jawa Timur, berlangsung semarak dengan menghadirkan suasana yang berbeda.
Di tengah rangkaian acara lomba make up ibu tingkat Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK), yang sukses menyedot antusiasme para wali murid.
Perlombaan tersebut tidak sekadar menjadi ajang adu keterampilan merias wajah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol kuatnya keterlibatan orang tua dalam mendukung pendidikan anak sejak usia dini.
Tawa, semangat, dan kebersamaan mewarnai jalannya kompetisi, menciptakan suasana Haflatul Imtihan yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Ketua Panitia Haflatul Imtihan, Choirur Rahman, mengatakan bahwa lomba make up sengaja dikemas untuk memberikan ruang kepada para ibu agar ikut menjadi bagian dari kemeriahan haflah, bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai peserta yang berperan aktif.
“Kami ingin Haflatul Imtihan menjadi milik bersama. Karena itu, selain menampilkan kemampuan para santri, kami juga menghadirkan lomba bagi wali murid agar tercipta kebersamaan dan silaturahmi yang semakin erat,” ujarnya. Senin (29/6/26)
Menurut Choirur Rahman, pendidikan yang berkualitas tidak hanya dibangun di ruang kelas, tetapi juga melalui hubungan yang harmonis antara sekolah, pesantren, dan keluarga.
“Keterlibatan orang tua dalam berbagai kegiatan sekolah menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Pria yang akrab di sapa Rur menyatakan bahwa panitia menilai peserta berdasarkan kreativitas, teknik merias, kerapian, serta kesesuaian dengan tema yang telah ditentukan.
“Meski berbalut kompetisi, suasana berlangsung penuh keakraban dan sportivitas, sehingga setiap peserta dapat menikmati proses perlombaan dengan gembira,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Haflatul Imtihan Yayasan Pesantren Nurul Jadid Gilang tahun ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang prestasi akademik dan penampilan santri.
“Melalui kegiatan yang melibatkan orang tua, lembaga pendidikan juga membangun budaya kolaborasi yang menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang berkarakter,” tukasnya.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











