Dinsos P3A Sumenep Perketat Akuntabilitas Dana Hibah, Lembaga Keagamaan dan Ormas Dibekali Penyusunan LPJ

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, R. Abd. Rahman Riadi, saat menghadiri acara sosialisasi penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (Istimewa - garudajatim.com)

i

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, R. Abd. Rahman Riadi, saat menghadiri acara sosialisasi penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Pemerintahan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus memperkuat tata kelola dana hibah agar lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dana hibah yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep bagi lembaga keagamaan dan organisasi kemasyarakatan (Ormas).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinsos P3A Sumenep itu menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memastikan seluruh penerima hibah memahami mekanisme pelaporan keuangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sosialisasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mencegah potensi kesalahan administrasi yang dapat berdampak pada persoalan hukum maupun pengelolaan keuangan daerah.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi pengurus lembaga keagamaan dan organisasi kemasyarakatan yang hadir. Mereka mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai tata cara penyusunan LPJ, mulai dari penyusunan dokumen administrasi, pengelolaan bukti transaksi, hingga prosedur pelaporan yang sesuai regulasi.

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, R. Abd. Rahman Riadi, menegaskan bahwa dana hibah merupakan amanah publik yang harus dikelola secara bertanggung jawab.

Karena itu, lanjut dia, kualitas laporan pertanggungjawaban menjadi indikator penting dalam menciptakan tata kelola keuangan yang sehat dan transparan.

“Dana hibah bukan sekadar bantuan yang diberikan pemerintah, tetapi merupakan amanah masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun hukum. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang disalurkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujarnya. Selasa (23/6/26)

Menurut Rahman Riadi, peningkatan kapasitas administrasi penerima hibah menjadi salah satu kunci keberhasilan program bantuan pemerintah. Dengan pemahaman yang baik terkait penyusunan LPJ, lembaga penerima hibah dapat menjalankan programnya secara lebih tertib dan profesional.

Ia menjelaskan, masih terdapat sebagian pengurus lembaga yang menghadapi kendala teknis dalam penyusunan laporan keuangan karena keterbatasan sumber daya dan pengalaman administrasi.

Oleh sebab itu, pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan secara berkelanjutan agar seluruh penerima hibah mampu memenuhi kewajiban pelaporan dengan baik.

“Kami tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga membuka ruang konsultasi dan pendampingan. Tujuannya agar seluruh penerima hibah memiliki pemahaman yang sama dan mampu menyusun laporan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, Dinsos P3A berharap tercipta budaya tertib administrasi di lingkungan lembaga keagamaan dan organisasi kemasyarakatan.

Selain memperkuat akuntabilitas penggunaan anggaran, pelaporan yang baik juga menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap program hibah pemerintah daerah.

“Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sumenep dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik,” lanjutnya.

Dengan sistem pelaporan yang semakin baik, program hibah diharapkan tidak hanya mampu mendukung kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Sinergi antara pemerintah dan penerima hibah harus terus diperkuat. Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan,” pungkas Rahman Riadi.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fauzi Rotasi Sejumlah Pejabat, Mesin Birokrasi Pemkab Sumenep Digenjot Lebih Kencang
Usung Konsep Tari Sintong, Ini Makna Logo Hari Jadi Sumenep ke-758
Logo Hari Jadi Sumenep ke-758 Diluncurkan, Pemkab Bidik Lonjakan Wisata dan Kebangkitan Ekonomi Kreatif Madura
Perkuat Posisi dalam Proyek Strategis Nasional, Bappeda Sumenep Matangkan Data Pembangunan Berbasis Akurasi
MYZE Hotel Sumenep Perkuat Jejak Sosial, Dukung Khitan Anak Shalih PCM Sumenep untuk Puluhan Generasi Muda
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Jadi Magnet Pengawasan Nasional, Kolaborasi Empat Lembaga Perkuat Hak Pasien dan Mutu Layanan
BRIDA Sumenep dan Misi Menjadikan Inovasi Sebagai Budaya Pembangunan
MYZE Hotel Sumenep Sulap Kopi Tebing Jadi Arena Nobar Piala Dunia 2026 Paling Seru dan Murah Meriah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:33 WIB

Fauzi Rotasi Sejumlah Pejabat, Mesin Birokrasi Pemkab Sumenep Digenjot Lebih Kencang

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:31 WIB

Usung Konsep Tari Sintong, Ini Makna Logo Hari Jadi Sumenep ke-758

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:36 WIB

Logo Hari Jadi Sumenep ke-758 Diluncurkan, Pemkab Bidik Lonjakan Wisata dan Kebangkitan Ekonomi Kreatif Madura

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:19 WIB

Dinsos P3A Sumenep Perketat Akuntabilitas Dana Hibah, Lembaga Keagamaan dan Ormas Dibekali Penyusunan LPJ

Senin, 22 Juni 2026 - 07:34 WIB

Perkuat Posisi dalam Proyek Strategis Nasional, Bappeda Sumenep Matangkan Data Pembangunan Berbasis Akurasi

Berita Terbaru