Limbah Dapur SPPG Saronggi Sumenep Diduga Cemari Permukiman, Warga Ancam Tutup Saluran Air

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SPPG Saronggi, Kecamatan Saronggi, diduga buang air limbah sebarangan (Za - garudajatim.com)

i

SPPG Saronggi, Kecamatan Saronggi, diduga buang air limbah sebarangan (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Dugaan pencemaran lingkungan oleh aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Saronggi, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memicu kemarahan warga.

Keluhan itu mencuat ke ruang publik setelah sebuah video berdurasi 41 detik viral di media sosial, memperlihatkan aliran air keruh dan berbau menyengat yang diduga berasal dari limbah dapur SPPG.

Dalam video tersebut, seorang warga dengan nada kesal menunjukkan genangan air di parit depan rumahnya. Ia menyebut limbah itu kerap mandek dan menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

“Air bau menyengat ini mandek di depan rumah. Kalau besok tidak ada tindakan dari SPPG, maka akan kami tutup saluran air ini,” ucap warga tersebut dalam rekaman video. Selasa (10/2/26)

Warga menduga, limbah sisa makanan serta air cucian peralatan dapur SPPG langsung dibuang ke saluran umum tanpa proses pengolahan limbah yang layak. Jika dugaan itu benar, praktik tersebut berpotensi melanggar prinsip pengelolaan lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat di sekitar lokasi.

Sejumlah warga mengaku resah karena bau limbah semakin terasa ketika aktivitas dapur SPPG meningkat. Mereka khawatir, pencemaran tersebut dapat berdampak pada kualitas air lingkungan dan memicu penyakit, terutama bagi anak-anak dan warga lanjut usia.

Ironisnya, hingga keluhan ini ramai diperbincangkan publik, pihak pengelola SPPG Saronggi belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi kepada kepala SPPG pun belum mendapat respons, sehingga menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi pengelolaan limbah di fasilitas tersebut.

Warga menegaskan tidak menolak keberadaan program pemenuhan gizi. Namun mereka menilai, program yang bertujuan meningkatkan kesehatan anak-anak seharusnya tidak dijalankan dengan mengorbankan kebersihan dan keselamatan lingkungan permukiman.

“Programnya bagus, tapi pengelolaannya jangan asal. Jangan sampai kami yang jadi korban,” tegas salah seorang warga.

Masyarakat mendesak pemerintah desa, Dinas Lingkungan Hidup, serta instansi terkait segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Mereka meminta adanya tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran, sekaligus pembenahan sistem pengelolaan limbah agar kejadian serupa tidak terulang.

Video keluhan warga tersebut kini telah ditonton ribuan kali dan menuai beragam komentar dari warganet. Banyak pihak menuntut evaluasi serius terhadap operasional SPPG Saronggi dan meminta aparat berwenang tidak menutup mata terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang terjadi di tengah permukiman warga.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru