SUMENEP, Garuda Jatim – Sembilan korban akibat kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 berhasil dievakuasi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Senin (3/8/26)
Sekitar pukul 00.00 WIB, KN SAR Permadi 249 milik Basarnas Jawa Timur merapat di Pelabuhan Kalianget membawa korban yang berhasil dievakuasi dari lokasi tragedi.
Proses pemindahan berlangsung cepat. Setiap menit menjadi sangat berarti demi memastikan para penyintas segera memperoleh penanganan medis.
Empat korban yang kondisinya membutuhkan perhatian khusus langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget.
Sementara lima korban lainnya segera diberangkatkan ke Surabaya menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
Kapolresta Sumenep, Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, mengatakan seluruh kekuatan personel difokuskan untuk mengawal proses evakuasi sejak kapal sandar hingga korban dipastikan mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan.
“Kami fokus menangani sembilan korban KM Mutiara Sentosa 2 yang tiba malam ini setelah dievakuasi dari lokasi kebakaran. Keselamatan dan penanganan korban menjadi prioritas utama kami,” ujar Ariek kepada awak media garudajaim.com
Tak hanya mengamankan proses kedatangan korban, Polresta Sumenep juga terus memperkuat koordinasi bersama Basarnas, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur SAR gabungan yang hingga kini masih berpacu dengan waktu melakukan pencarian korban yang belum ditemukan.
Data sementara menunjukkan sebanyak 227 penumpang berhasil ditemukan, dengan lima korban meninggal dunia. Namun, harapan belum padam karena 39 orang lainnya masih dalam pencarian.
Operasi penyelamatan terus berlangsung di tengah tantangan cuaca yang belum bersahabat dan kondisi perairan yang menyulitkan pergerakan tim SAR.
Ariek menegaskan seluruh personel tetap bekerja tanpa mengenal waktu. Selain mendukung operasi pencarian, Polresta Sumenep juga menyiapkan berbagai kebutuhan bagi korban maupun keluarga yang menunggu kepastian kabar.
“Petugas masih terus melakukan pencarian meskipun cuaca di lokasi operasi kurang bersahabat. Kami memohon doa dan kesabaran masyarakat karena seluruh unsur gabungan sedang mengerahkan kemampuan terbaiknya agar seluruh korban dapat segera ditemukan,” tegasnya.
Tragedi kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 kini bukan hanya menjadi ujian bagi tim penyelamat di laut, tetapi juga memperlihatkan bagaimana Sumenep mengambil peran penting sebagai titik penyelamatan di wilayah kepulauan.
“Di Pelabuhan Kalianget, setiap kapal yang bersandar membawa harapan baru, sementara setiap proses evakuasi menjadi pengingat bahwa perjuangan menyelamatkan nyawa masih terus berlangsung,” tandasnya.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











