Bukan Sekadar Wacana, Pemkab Sumenep Sodorkan 30 Hektare Lahan untuk Masa Depan KEK Tembakau Madura

Kamis, 17 September 2026 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH saat menyampaikan tentang dukungan terhadap Kawasan Ekonomi Khusus (Istimewa - garudajatim.com)

i

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH saat menyampaikan tentang dukungan terhadap Kawasan Ekonomi Khusus (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Gagasan menjadikan tembakau sebagai kekuatan ekonomi baru di Pulau Madura mulai mendapat sinyal konkret dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Tak hanya menyatakan dukungan, Pemkab Sumenep menyiapkan lahan sekitar 30 hektare di wilayah Patean untuk mendukung rencana pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura.

Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk keseriusan Sumenep dalam mendorong pengembangan kawasan ekonomi berbasis komoditas tembakau yang selama ini menjadi bagian penting dari denyut perekonomian masyarakat Madura.

Dukungan itu disampaikan Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, saat menerima audiensi Tim KAMURA (Karsana Muda Madura) di Ruang VIP Paseban Agung, Rumah Dinas Bupati Sumenep.

Audiensi tersebut merupakan pertemuan ketiga antara Tim KAMURA dan Bupati Sumenep dalam rangka membahas tindak lanjut pengusulan KEK Tembakau Madura.

Pertemuan kali ini tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga membahas kesiapan daerah dan pentingnya membangun langkah bersama agar rencana pengembangan kawasan tersebut dapat memasuki tahapan yang lebih konkret.

Bupati Fauzi hadir didampingi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Kepala Diskoperindag, Kepala Dinas PUTR, Kepala Dinas PKP, Sekretaris Bappeda, serta DPMPTSP Kabupaten Sumenep.

Kehadiran jajaran OPD teknis tersebut memperlihatkan bahwa pembahasan KEK Tembakau Madura bersinggungan dengan berbagai aspek pembangunan, mulai dari kesiapan lahan dan infrastruktur hingga peluang investasi serta perencanaan ekonomi daerah.

Bupati Fauzi menegaskan bahwa Pemkab Sumenep siap mengambil bagian dalam proses pengusulan KEK Tembakau Madura.

Menurutnya, rencana tersebut membutuhkan sinergi lintas daerah di Pulau Madura agar memiliki landasan perjuangan yang kuat.

“Kami menyambut baik dan mendukung penuh proses pengusulan KEK Tembakau Madura. Ini harus menjadi ikhtiar bersama untuk memperkuat ekonomi dan potensi tembakau di Madura,” kata Bupati Fauzi. Kamis (17/09/26)

Patean Diproyeksikan Menjadi Bagian dari Pengembangan Kawasan

Komitmen Pemkab Sumenep terhadap rencana tersebut turut ditunjukkan melalui kesiapan lahan sekitar 30 hektare di wilayah Patean.

Lahan itu direncanakan menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap pengembangan KEK Tembakau Madura.

Bagi Pemkab Sumenep, kesiapan lahan merupakan salah satu aspek yang perlu dibahas secara serius dalam merumuskan rencana teknis pengembangan kawasan.

Namun, Bupati Fauzi menegaskan bahwa penyediaan lahan tersebut tetap harus melalui kajian dan tahapan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sumenep siap menyiapkan lahan sekitar 30 hektare di Patean untuk mendukung rencana KEK Tembakau. Tentu kesiapan ini harus disinergikan dengan kajian dan tahapan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dukungan Sumenep terhadap KEK Tembakau Madura diarahkan untuk memiliki pijakan perencanaan yang jelas, bukan semata-mata berhenti pada gagasan pengembangan kawasan.

Bupati Fauzi Dorong Satu Komando Perjuangkan KEK Tembakau Madura

Di tengah rencana pengembangan kawasan tersebut, Bupati Fauzi juga menyoroti pentingnya penguatan komunikasi antara Tim KAMURA dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Ia meminta Tim KAMURA lebih proaktif menjalin koordinasi dengan pemerintah provinsi agar pembahasan pengusulan KEK Tembakau Madura dapat dilakukan secara bersama sebelum diteruskan kepada pemerintah pusat.

Menurut Fauzi, empat kabupaten di Madura perlu memiliki kesamaan langkah dan komunikasi dalam memperjuangkan rencana tersebut.

“Kami meminta Tim KAMURA aktif berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pemerintah kabupaten di Madura perlu satu langkah dan satu komunikasi dalam memperjuangkan usulan ini,” paparnya.

Penguatan komunikasi lintas pemerintahan menjadi salah satu agenda penting yang ditekankan dalam audiensi tersebut.

Sebab, pengusulan kawasan ekonomi khusus membutuhkan pembahasan yang terintegrasi, termasuk kesiapan teknis dan kesesuaian dengan ketentuan yang berlaku.

Empat Kepala Daerah di Madura Bakal Didorong Duduk Satu Meja

Sebagai tindak lanjut pembahasan, Tim KAMURA berencana memfasilitasi pertemuan khusus antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan empat kepala daerah di Madura beserta OPD teknis terkait.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menyatukan langkah, membahas kesiapan teknis, sekaligus merumuskan tindak lanjut pengusulan KEK Tembakau Madura.

Bupati Fauzi menilai, pengembangan kawasan ekonomi khusus tidak cukup hanya mengandalkan satu pemerintah daerah.

Empat kabupaten di Madura perlu membangun koordinasi agar rencana tersebut dapat diperjuangkan secara bersama dengan arah yang lebih terukur.

“Kita ingin proses ini berjalan konkret. Karena itu, koordinasi empat kabupaten di Madura bersama Pemprov Jawa Timur harus diperkuat agar usulan KEK Tembakau Madura memiliki langkah tindak lanjut yang jelas,” pungkasnya.

Dari Gagasan Menuju Tahapan Pengusulan

Usulan KEK Tembakau Madura selanjutnya diarahkan untuk diproses melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan diteruskan kepada pemerintah pusat melalui Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus.

Bagi Sumenep, kesiapan lahan di Patean menjadi bagian dari langkah awal untuk memperkuat pembahasan pengembangan kawasan berbasis komoditas tembakau.

Meski demikian, perjalanan menuju penetapan kawasan ekonomi khusus masih membutuhkan sejumlah tahapan, termasuk kajian, pembahasan teknis, serta pemenuhan persyaratan sesuai mekanisme yang berlaku.

Karena itu, sinergi empat kabupaten di Madura bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi bagian penting dalam menentukan arah tindak lanjut rencana tersebut.

Dengan kesiapan lahan dan dukungan pemerintah daerah, Sumenep kini menempatkan diri sebagai salah satu daerah yang siap berkontribusi dalam pembahasan KEK Tembakau Madura.

Langkah berikutnya bukan sekadar memperkuat wacana, melainkan memastikan gagasan tersebut memiliki arah, kajian, dan proses pengusulan yang jelas.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Sekadar Andalkan Bansos, Bappeda Sumenep Rancang Strategi Baru Lawan Kemiskinan
Festival Tani Ganding 2026 Jadi Etalase Ekonomi Lokal, Bupati Sumenep Ajak Industri Rokok Turut Ambil Bagian
BRIDA Sumenep Bidik Masa Depan Daerah Lewat Riset, Inovasi dan Teknologi
Maulid Nabi di Kantor DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin Ajak Teladani Kasih Sayang Rasulullah
Kado Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Pangkas Tunggakan PBB-P2 hingga 95 Persen
Dari Bangku Sekolah, Dinkes P2KB Sumenep Mulai Perang Lawan Anemia Lewat GEBASMIA
4.818 PPPK Paruh Waktu Sumenep Lolos Verifikasi, 331 Masuk Daftar TMS dan Diberi Ruang Sanggah
Bukan sekadar Yoga, 150 Peserta Bikin Ballroom MYZY Hotel Sumenep Glow Sejak Pagi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:02 WIB

Tak Sekadar Andalkan Bansos, Bappeda Sumenep Rancang Strategi Baru Lawan Kemiskinan

Kamis, 17 September 2026 - 18:34 WIB

Bukan Sekadar Wacana, Pemkab Sumenep Sodorkan 30 Hektare Lahan untuk Masa Depan KEK Tembakau Madura

Kamis, 17 September 2026 - 18:20 WIB

Festival Tani Ganding 2026 Jadi Etalase Ekonomi Lokal, Bupati Sumenep Ajak Industri Rokok Turut Ambil Bagian

Kamis, 17 September 2026 - 08:40 WIB

BRIDA Sumenep Bidik Masa Depan Daerah Lewat Riset, Inovasi dan Teknologi

Kamis, 17 September 2026 - 07:42 WIB

Maulid Nabi di Kantor DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin Ajak Teladani Kasih Sayang Rasulullah

Berita Terbaru