SUMENEP, Garuda Jatim – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus memperkuat perannya sebagai lokomotif pengembangan riset, inovasi, dan teknologi untuk menopang arah pembangunan daerah.
Melalui penguatan ekosistem penelitian dan pengembangan gagasan berbasis data, BRIDA membidik lahirnya berbagai terobosan yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus mengoptimalkan potensi lokal Sumenep.
Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, BRIDA Sumenep memiliki peran strategis untuk mendorong lahirnya gagasan, terobosan, dan solusi berbasis pengetahuan yang dapat diterapkan dalam berbagai sektor.
Mulai dari pertanian, pelayanan publik, pendidikan, perekonomian, hingga pengembangan potensi wilayah kepulauan, riset dan inovasi diharapkan mampu menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Mengubah Gagasan Menjadi Solusi Pembangunan
Kehadiran BRIDA bukan sekadar memperkuat kelembagaan riset di lingkungan pemerintahan. Lebih dari itu, lembaga ini dituntut mampu menjembatani kebutuhan pembangunan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Artinya, setiap persoalan yang dihadapi masyarakat perlu diidentifikasi melalui data, dikaji secara ilmiah, kemudian dicarikan solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Bagi Brida, pendekatan tersebut menjadi penting mengingat karakteristik wilayahnya yang mencakup kawasan daratan dan kepulauan dengan potensi serta tantangan pembangunan yang beragam.
Pemanfaatan teknologi dan hasil riset diharapkan dapat membantu pemerintah mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Kepala BRIDA Sumenep, Siswahyudi Bintoro, menekankan pentingnya riset, data, dan kreativitas dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Pembangunan daerah yang berkelanjutan membutuhkan fondasi kebijakan yang berbasis riset, data, dan kreativitas.” ujarnya. Kamis (16/9/26)
Pernyataan tersebut menjadi gambaran pentingnya menempatkan riset dan inovasi sebagai bagian dari proses pengambilan kebijakan, bukan sekadar kegiatan administratif.
Komitmen terhadap inovasi di Sumenep tercermin dari perkembangan jumlah inovasi daerah yang dihimpun pemerintah setempat.
“Inovasi yang lahir dari perangkat daerah maupun masyarakat perlu diarahkan agar tidak berhenti pada tahap pencatatan atau perlombaan, tetapi dapat dikembangkan menjadi program yang efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam konteks ini, BRIDA memiliki ruang untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting untuk menciptakan ekosistem riset yang mampu melahirkan solusi sesuai kebutuhan daerah.
“Mendorong Pertanian Berbasis Teknologi
Salah satu bidang yang berpotensi mendapatkan manfaat besar dari penguatan riset adalah sektor pertanian,” lanjutnya.
Sebelumnya, BRIDA Sumenep juga dikabarkan menjalin kerja sama dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dalam menyiapkan fondasi kebijakan pertanian presisi berbasis teknologi.
Pendekatan pertanian presisi memungkinkan pemanfaatan data dan teknologi untuk membantu pengelolaan lahan, termasuk dalam memahami kondisi tanah dan meningkatkan efisiensi pengelolaan pertanian.
Bagi pihaknya Sumenep yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, pengembangan teknologi semacam ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung produktivitas dan pengelolaan sumber daya secara lebih terukur.
Meski demikian, penerapannya tetap membutuhkan kajian yang matang, kesiapan sumber daya manusia, serta penyesuaian dengan kondisi petani dan karakteristik lahan setempat.
“Penguatan riset dan inovasi pada akhirnya bukan hanya berbicara tentang teknologi canggih atau gagasan baru.
Esensinya terletak pada kemampuan pemerintah dalam menghadirkan kebijakan yang lebih efektif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
BRIDA Sumenep memiliki peluang untuk memainkan peran tersebut melalui penguatan basis data, pengembangan kerja sama riset, pendampingan inovasi, serta pemanfaatan hasil penelitian dalam perencanaan pembangunan.
Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik dan pemerataan pembangunan hingga wilayah kepulauan, pendekatan berbasis riset dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat proses pengambilan keputusan.
Ke depan, keberhasilan BRIDA tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya inovasi yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana hasil riset dan inovasi tersebut mampu diterjemahkan menjadi perubahan yang dirasakan masyarakat.
“Dengan demikian, riset, inovasi, dan teknologi tidak berhenti sebagai jargon pembangunan, melainkan menjadi bagian dari kerja nyata dalam membangun masa depan Sumenep,” tukasnya.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











