SUMENEP, Garuda Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur terus mendorong keterlibatan dunia usaha dalam Festival Tani Ganding 2026.
Tak hanya menjadi panggung untuk memperkenalkan potensi pertanian dan kebudayaan, festival tersebut juga diarahkan menjadi ruang promosi bagi sektor industri, termasuk industri hasil tembakau (IHT) yang berkembang di wilayah Sumenep.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo secara khusus mengajak pabrik rokok yang beroperasi di Kabupaten Sumenep, terutama di wilayah Ganding, Guluk-Guluk, dan Lenteng, termasuk perusahaan yang berada di wilayah APHT, untuk ikut berpartisipasi dengan membuka stand pameran dalam festival yang akan berlangsung selama sepuluh hari tersebut.
Festival Tani Ganding 2026 dijadwalkan digelar pada 21–30 September 2026 di Lapangan Duwa’ Labuh Ganding, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini mengusung tema “Dari Tani Untuk Masa Depan, Ganding Maju, Sumenep Sejahtera” dan menjadi bagian dari Calendar of Event Kabupaten Sumenep 2026.
Bagi Pemkab Sumenep, keterlibatan industri rokok bukan sekadar menambah semarak festival. Kehadiran pelaku industri melalui stand pameran diharapkan mampu membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara perusahaan dan masyarakat, sekaligus memperkenalkan produk-produk yang dihasilkan.
“Kami mengimbau pabrik rokok di Sumenep untuk ikut berpartisipasi dalam Festival Tani Ganding 2026 dengan membuka stand dan mempromosikan produknya,” ujar Bupati Fauzi. Kamis (17/9/26).
Festival Tani Tak Sekadar Hiburan
Bupati Achmad Fauzi menegaskan, Festival Tani Ganding 2026 tidak dirancang semata-mata sebagai kegiatan hiburan bagi masyarakat. Lebih jauh, agenda tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Pemerintah, pelaku usaha, petani, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum diharapkan dapat mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut.
“Festival ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang promosi, pemasaran, dan kolaborasi bagi berbagai sektor usaha yang ada di Kabupaten Sumenep,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menempatkan festival sebagai salah satu instrumen promosi potensi daerah, dengan mempertemukan aktivitas ekonomi masyarakat dan agenda kebudayaan dalam satu ruang kegiatan.
Melalui kehadiran stand pameran, pelaku usaha memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pengunjung, memperkenalkan produk, sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat.
Potensi Pertanian dan Industri Tembakau Dipertemukan
Festival Tani Ganding 2026 akan menghadirkan beragam kegiatan yang mengangkat potensi lokal. Pameran hasil pertanian dan olahan hasil tani menjadi salah satu agenda utama yang diharapkan mampu memperkenalkan produk unggulan masyarakat kepada pengunjung.
Selain itu, festival juga akan dimeriahkan dengan Festival Seni dan Budaya se-Kecamatan Ganding serta pameran UMKM kreatif dan inovatif.
Tidak berhenti di sektor pertanian dan ekonomi kreatif, panitia turut menyiapkan pameran tembakau yang menampilkan industri rokok di Kecamatan Ganding.
Kehadiran pameran tembakau tersebut menjadi bagian penting dalam memperlihatkan keterkaitan antara potensi pertanian, khususnya komoditas tembakau, dengan aktivitas industri yang berkembang di wilayah setempat.
Rangkaian kegiatan lainnya meliputi Festival Hadrah Sumenep serta penyediaan wahana permainan modern bagi masyarakat.
Dengan beragam agenda tersebut, Festival Tani Ganding 2026 diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat potensi ekonomi dan budaya daerah.
Pelaku Usaha Dipersilakan Membuka Stand
Kesempatan berpartisipasi dalam Festival Tani Ganding 2026 tidak hanya diperuntukkan bagi industri rokok. Pemerintah daerah melalui panitia juga membuka ruang bagi pengusaha, pelaku UMKM, dan pelaku usaha kuliner untuk ikut meramaikan festival dengan membuka stand.
Khusus bagi industri rokok, stand pameran dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan produk kepada pengunjung serta membangun komunikasi dengan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Sementara itu, bagi pelaku UMKM dan usaha kuliner, keikutsertaan dalam festival menjadi ruang untuk memperluas jangkauan promosi dan memperkenalkan produk kepada masyarakat yang hadir selama kegiatan berlangsung.
Pendaftaran stand Festival Tani Ganding 2026 dibuka di Sekretariat Panitia, Kantor Kecamatan Ganding, mulai 11 hingga 19 September 2026.
Mendorong Perputaran Ekonomi Masyarakat
Pelaksanaan Festival Tani Ganding 2026 diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat melalui keterlibatan berbagai pelaku usaha dalam satu rangkaian kegiatan.
Pameran pertanian, produk olahan hasil tani, industri tembakau, UMKM, hingga kuliner menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi lokal secara lebih luas.
Bagi pemerintah daerah, penyelenggaraan festival juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mengembangkan potensi daerah.
Festival yang berlangsung selama sepuluh hari tersebut diharapkan mampu mempertemukan kepentingan ekonomi, budaya, dan pariwisata dalam satu agenda yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Fauzi berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha, termasuk industri rokok, untuk mengambil bagian dalam memperkenalkan produk dan memperkuat hubungan dengan masyarakat.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











