Dispusip Sumenep Ubah Wajah Perpustakaan Jadi Magnet Literasi Anak

Rabu, 15 April 2026 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dispusip Sumenep, saat melaksanakan program Perpustakaan Ramah Anak Nasional yang digelar di SDN Pangarangan 3 (Istimewa - garudajatim.com)

i

Dispusip Sumenep, saat melaksanakan program Perpustakaan Ramah Anak Nasional yang digelar di SDN Pangarangan 3 (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kian serius menata fondasi budaya literasi generasi muda.

Tidak lagi sekadar program seremonial, langkah konkret diwujudkan melalui kegiatan pendampingan Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional yang digelar di SDN Pangarangan 3, Kecamatan Kota setempat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Sumenep dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya edukatif, tetapi juga menyenangkan dan adaptif terhadap kebutuhan psikologis anak.

Perpustakaan sekolah didorong bertransformasi dari ruang pasif menjadi pusat interaksi, eksplorasi, dan kreativitas siswa.

Pustakawan Ahli Muda Dispusip Sumenep, Syaiful Bahri, menegaskan bahwa paradigma perpustakaan harus berubah mengikuti perkembangan zaman dan karakter generasi muda.

Menurutnya, perpustakaan ramah anak bukan hanya berbicara tentang jumlah koleksi, tetapi lebih pada bagaimana ruang tersebut mampu “menghidupkan” minat baca.

“Perpustakaan bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku. Ia harus menjadi ruang yang menyenangkan, aman, dan membuat anak-anak betah berlama-lama untuk membaca dan belajar,” ujarnya di sela kegiatan. Rabu (15/4/26)

Ia menjelaskan, program perpustakaan ramah anak memiliki standar nasional yang harus dipenuhi, mulai dari penataan ruang, pemilihan koleksi, hingga pendekatan layanan yang berorientasi pada anak. Melalui pendampingan ini, Dispusip berupaya memastikan sekolah memahami dan mampu mengimplementasikan standar tersebut secara optimal.

“Kami hadir bukan hanya memberi arahan, tapi memastikan implementasi berjalan. Perpustakaan harus benar-benar menjadi jembatan ilmu, bukan sekadar pelengkap fasilitas sekolah,” tegasnya.

Lebih jauh, Syaiful menyoroti urgensi literasi sebagai kunci utama peningkatan kualitas pendidikan. Ia menilai, rendahnya minat baca masih menjadi tantangan yang harus dijawab dengan inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

“Ketika perpustakaan ditata dengan baik dan menarik, anak-anak akan datang dengan sendirinya. Dari situlah minat baca tumbuh, dan dampaknya akan terlihat pada prestasi akademik mereka,” tambahnya.

Antusiasme pihak sekolah dalam menyambut program ini pun mendapat apresiasi. Keterlibatan aktif kepala sekolah, guru, hingga pengawas pendidikan dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan transformasi perpustakaan sekolah.

“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa dukungan semua pihak, program ini tidak akan berjalan maksimal. Kami optimistis, dengan komitmen bersama, Sumenep bisa menjadi contoh daerah dengan perpustakaan sekolah yang hidup dan dicintai siswa,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Dispusip Sumenep, pengawas sekolah, kepala sekolah, serta para guru. Melalui pendampingan berkelanjutan ini, Pemkab Sumenep berharap mampu membangun ekosistem literasi yang kuat di mana perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang tumbuh bagi generasi pembelajar yang kritis, kreatif, dan berdaya saing.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru