Sekolah Rakyat Gratis Siap Diluncurkan, Dinsos Sumenep Pastikan Anak Didik Sehat dan Nyaman di Asrama

Jumat, 19 September 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinsos P3A Sumenep, Mustangin, saat diwawancarai di kantornya (Za - Di)

i

Kepala Dinsos P3A Sumenep, Mustangin, saat diwawancarai di kantornya (Za - Di)

SUMENEP, Garuda Jatim – Pendidikan gratis di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sebentar lagi memasuki babak baru. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) bakal meluncurkan Sekolah Rakyat (SR) pada akhir September 2025.

Hal tersebut merupakan terobosan pendidikan sosial yang tidak hanya membuka akses belajar, tetapi juga menjamin kesehatan serta kenyamanan anak-anak kurang mampu yang akan tinggal di asrama.

Kepala Dinsos P3A Sumenep, Mustangin, menegaskan bahwa seleksi masuk Sekolah Rakyat bukan hanya soal administrasi. Setiap calon siswa diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum resmi menempati asrama.

“Kalau ada anak yang kondisi kesehatannya kurang baik, akan langsung kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Ini bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari komitmen kami demi kenyamanan mereka selama tinggal bersama,” ujarnya. Jumat (19/25)

Sekolah Rakyat tahun ajaran baru akan menempati gedung eks UPT Sarana Kegiatan Diklat (SKD) Batuan. Bangunan yang dulunya dipakai untuk pelatihan ASN kini sudah selesai direnovasi per 22 September 2025, dan dirombak menjadi kompleks sekolah berasrama yang memenuhi standar pendidikan.

Fasilitasnya dipastikan lengkap, mulai dari ruang kelas, tempat tidur, lemari, meja-kursi belajar, dapur, hingga asrama yang representatif. Semua disiapkan agar anak-anak merasa betah sejak hari pertama.

“Kami tidak ingin anak-anak datang dengan penuh harapan lalu kecewa. Fasilitas yang ada harus membuat mereka betah, merasa punya rumah kedua, sekaligus memberi kenyamanan untuk belajar,” tegasnya.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai model pendidikan sosial yang berbasis asrama dan pembinaan karakter. Di sini, anak-anak bukan hanya diajarkan mata pelajaran formal, tetapi juga nilai kemandirian, kedisiplinan, serta pola hidup sehat.

Bagi Mustangin, program ini adalah jawaban konkret atas persoalan putus sekolah di Sumenep, yang kerap terjadi bukan karena anak tidak mau belajar, melainkan karena keterbatasan ekonomi dan akses.

“Sekolah Rakyat ini adalah bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada anak-anak kurang mampu. Kami ingin mereka tahu bahwa negara hadir, memberi fasilitas, perhatian, dan masa depan lewat pendidikan,” ucapnya.

Peluncuran resmi Sekolah Rakyat akan digelar pada akhir September 2025. Publik menunggu apakah program ini benar-benar bisa menjadi game changer dalam dunia pendidikan sosial Sumenep, membuka ruang baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan layak tanpa terbebani biaya.

Jika berjalan sesuai rencana, Sekolah Rakyat bisa menjadi role model nasional, pendidikan gratis berbasis sosial yang tidak mengorbankan mutu, justru menekankan kesehatan, kenyamanan, dan pembinaan karakter generasi penerus.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah
“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan
E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026
Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend
BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2
Lampu di Selamat Datang Padam, Wajah Sumenep Gelap di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi
Ulama dan Habaib Ultimatum DPRD Sumenep, Desak Tutup Permanen Tempat Hiburan Malam
Dua Isu Besar Membayangi Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi Dinilai Lebih Aktif Bangun Pencitraan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:03 WIB

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah

Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB

“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan

Senin, 2 Maret 2026 - 17:41 WIB

E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 13:14 WIB

Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend

Senin, 2 Maret 2026 - 08:55 WIB

BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2

Berita Terbaru