Genjot Pendapatan UMKM, Ajang Karapan Sapi Piala Bupati Sumenep Siap Digelar

Selasa, 9 September 2025 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Joki saat menaiki keleles karapan sapi (Za - garudajatim.com)

i

Joki saat menaiki keleles karapan sapi (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Jawa Timur, memastikan 48 pasang sapi terbaik siap diturunkan dalam ajang karapan sapi bergengsi memperebutkan Piala Bupati di lapangan giling.

Bukan sekadar lomba, karapan kali ini diproyeksikan sebagai simbol eksistensi budaya sekaligus magnet wisata.

Kepala Disbudporapar Sumenep, Mohammad Iksan mengatakan, karapan sapi bukan hanya tontonan rakyat. Ia adalah warisan yang menjadi identitas Madura, dan saat ini dihidupkan kembali dengan kemasan profesional.

“Karapan sapi adalah kebanggaan. Melalui event ini, kami ingin menunjukkan bahwa budaya bisa bersanding dengan pariwisata dan ekonomi kreatif. Semua elemen kita satukan,” ujarnya. Selasa(9/25)

Panitia menyiapkan lintasan dengan standar baru yang lebih aman, lanjut dia, babak dimulai dari penyisihan hingga final. Setiap pasangan sapi akan diuji kecepatan, ketepatan start, serta sportivitas joki.

Ia menegaskan, untuk mengantisipasi perdebatan, teknologi foto-finish dan dokumentasi video disiapkan di tiap heat. Transparansi ini diharapkan mengurangi potensi konflik antarpemilik sapi yang selama ini kerap mewarnai arena.

“Di balik derap kaki sapi, perputaran ekonomi juga dikejar. Ajang ini dipastikan menghidupkan puluhan pedagang kecil, UMKM kuliner, hingga penyedia jasa transportasi hewan,” tegasnya.

“Kami ingin bukan hanya pemilik sapi yang mendapat manfaat, tapi juga masyarakat luas. Ekonomi rakyat harus ikut bergerak,” tambahnya.

Isu kesejahteraan hewan dan keselamatan joki juga tidak dikesampingkan. Panitia melibatkan tim medis hewan yang akan memeriksa sapi sebelum dan sesudah lomba, serta menegaskan larangan penggunaan alat pemicu yang membahayakan.

Di sisi lain, tim kesehatan manusia, ambulans, serta jalur evakuasi disiapkan demi kenyamanan penonton.

Dengan penataan modern, acara ini ditargetkan tidak sekadar jadi ajang balapan tradisional, tetapi festival budaya utuh. Mulai iring-iringan saronen, parade kostum joki, hingga sajian kuliner khas Madura akan mengiringi perhelatan.

“Karapan sapi bukan milik Madura saja, melainkan milik Indonesia. Piala Bupati ini simbol penghargaan, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga marwah tradisi agar tetap hidup di tengah modernitas,” tandasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menguji Nurani Hukum, Duplik ODGJ Sapudi Sumenep Bongkar Kekeliruan Dakwaan JPU
Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa
Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 
Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep
Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti
Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep
Investasi Sumenep Tembus Rp2 Triliun di Tengah Transisi Regulasi, UMKM Jadi Penyangga Utama Ekonomi Daerah
52 SPPG Sumenep Abai Uji Limbah Meski Diwajibkan Kepmen 2760
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:58 WIB

Menguji Nurani Hukum, Duplik ODGJ Sapudi Sumenep Bongkar Kekeliruan Dakwaan JPU

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:18 WIB

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:07 WIB

Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:01 WIB

Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti

Berita Terbaru