Dunia Terpukau Oleh JFC Kota Jember

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Pagelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) berhasil menyatukan sudut pandang penonton saat acara berlangsung (Istimewa - garudajatim.com)

i

Peserta Pagelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) berhasil menyatukan sudut pandang penonton saat acara berlangsung (Istimewa - garudajatim.com)

JEMBER, Garuda Jatim – Pagelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) menjadi sorotan se dunia dari segi keunikannya yang membuat mata masyarakat melotot pada kreatifitas, kebudayaan, dan pendongkrak ekonominya.

Diketahui, Jember Fashion Carnaval (JFC), tahun ini unjuk tema Evoluxion. Sebagai konsep dari pagelaran tersebut bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan bumi.

Tema defile JFC 2025 adalah Evoluxion yang merupakan gabungan dari kata Evolution, Luxury, dan Innovation dengan tagline Dreamy, Evolve, Triumph, sehingga menekankan pentingnya keberanian dalam menghadapi perubahan zaman, inovasi, dan adaptasi.

Terlihat sejak pagi hari, jutaan masyarakat tumpah di sepanjang jalan kota untuk menonton dan mata kamera dari wisatawan lokal maupun luar daerah. Sedang fotografer internasional tak henti-hentinya mengabadikan setiap momen, kostum megah seperti raksasa yang dihias detail sampai warna mencolok membuat mata kamera tak berkedip.

Kreatifitas dan Inovasi Mendunia

Pagelaran JFC tidak hanya sebagian bentuk pameran kostum unik, melainkan ada seorang seniman yang kreatif merancang konsep yang selaraskan tema dan ada seorang desainer membuat daya tarik penonton tak bosan, sehingga bagaimana ornamen dipadukan dengan tradisional.

Maka disitulah kreativitas dan inovasi terbangun di belakang layar, meski akhirnya para juri yang menentukan juga penilaian wisatawan ril tak terkalahkan. Maka tak heran lagi jika media internasional mengatakan JFC sebagai karnaval terunik dunia.

Sorotan Dunia, Ekonomi, Kebanggaan Indonesia

Antara kemewahan, UMKM, bahkan pesan budaya menandakan JFC tidak hanya milik masyarakat Kota Jember, Jawa Timur. Namun simbol mata kebanggaan Indonesia.

Jutaan wisatawan memadati restoran, pusat pembelajaan, dan UMKM. Itulah menjadi tanda bahwa budaya bisa sangat menjadi kekuatan ekonomi sekaligus alat diplomasi secara kreatif.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa JFC memiliki peran terhadap bumi dan lingkungan, bahkan saat ini di tim manajemen ada Divisi Green untuk mewujudkan kepeloporan green carnaval di Indonesia dan dunia.

“JFC berhasil jadi pusat perhatian seluruh dunia, sorotan Kota Jember karena terdapat salah satu karnaval terbesar di seluruh dunia, bahkan banyak pengunjung mancanegara yang hadir dan berpartisipasi dalam JFC, salah satunya tamu istimewa dari Jepang,” ujarnya. Sabtu (9/25)

Selain itu, lanjut dia, JFC akan ada pertunjukan kembang api sebagai pertunjukan yang terbesar di Indonesia.

“Melalui JFC, Kabupaten Jember berusaha untuk menunjukkan kepada dunia bahwa daerah ini adalah salah satu wilayah dengan destinasi wisata yang patut diperhatikan,” tegasnya.

Untuk diketahui, gelaran JFC 2025 meluncurkan buku perjalanan JFC yang menggambarkan perjalanan JFC sejak tahun 2003 yang diinisiasi oleh pendirinya yaitu Dynand Fariz. Telah banyak catatan sejarah JFC yang digambarkan secara detail dan otentik dalam buku tersebut agar menginspirasi masyarakat untuk mewujudkan Jember dikenal dunia.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Mau Program Presiden Tercoreng, Satgas MBG Sumenep Siap Sidak SPPG Bermasalah
IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah
“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan
E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026
Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend
BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2
Lampu di Selamat Datang Padam, Wajah Sumenep Gelap di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi
Ulama dan Habaib Ultimatum DPRD Sumenep, Desak Tutup Permanen Tempat Hiburan Malam
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:07 WIB

Tak Mau Program Presiden Tercoreng, Satgas MBG Sumenep Siap Sidak SPPG Bermasalah

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:03 WIB

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah

Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB

“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan

Senin, 2 Maret 2026 - 17:41 WIB

E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 13:14 WIB

Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend

Berita Terbaru