Antrean Panjang di SPBU Jember, Masyarakat Jual Gorengan Laris Manis

Selasa, 29 Juli 2025 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Kabupaten Jember saat menjual gorengan saat antrean panjang di SPBU (Istimewa - garudajatim.com)

i

Masyarakat Kabupaten Jember saat menjual gorengan saat antrean panjang di SPBU (Istimewa - garudajatim.com)

JEMBER, Garuda Jatim — Penjual goreng di Kabupaten Jember, Jawa Timur, memanfaatkan antrean panjang kembali terjadi di SPBU Kreongan akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) sepekan terakhir hingga laris manis.

Akibat antrian tersebut, ratusan warga terlihat mulai memadati area pengisian sejak dini hari untuk mendapatkan BBM, yang belakangan ini mengalami kelangkaan di wilayah Jember dan sekitarnya.

Kelangkaan ini diduga kuat disebabkan oleh keterlambatan pengiriman BBM akibat penutupan Jalur Gumitir, salah satu jalur utama penghubung distribusi dari arah timur menuju Jember. Akibatnya, pengisian BBM ke berbagai SPBU mengalami hambatan serius.

Warga Kabupaten Jember, Hasan, yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online, menyatakan sudah mengantre sejak pukul 04.00 WIB.

“Kalau tidak antre dari pagi, takut kehabisan. Saya kerja pakai motor, jadi BBM ini kebutuhan utama. Kalau begini terus, pekerjaan jadi terganggu,” ujarnya. Selasa (29/25)

Menurutnya, hingga pukul 08.54 WIB, antrean kendaraan roda dua tampak mengular sepanjang jalan di sekitar SPBU.

“Beberapa pengendara bahkan terpaksa menepi di bahu jalan sambil menunggu giliran masuk area pengisian, ” jelasnya.

Masyarakat sangat berharap, secepatnya solusi cepat dari pihak terkait, khususnya pemerintah dan penyedia BBM, agar distribusi segera kembali normal.

“Selain mengganggu aktivitas harian, kondisi ini juga berisiko menimbulkan kemacetan dan potensi konflik di lapangan,” tandasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB