SUMENEP, Garuda Jatim – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengirimkan pesan bahwa kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi semangat bekerja, melayani, dan menjaga persatuan hingga ke wilayah kepulauan.
Pesan itu ditegaskan langsung oleh Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, saat memimpin apel gabungan yang dihadiri Wakil Bupati KH. Imam Hasyim, Sekretaris Daerah Agus Dwi Saputra, para kepala OPD, pejabat struktural, pejabat fungsional, serta ratusan ASN.
Aparatur yang bertugas di wilayah kepulauan pun tetap terhubung melalui Zoom Meeting sehingga gaung kemerdekaan menggema dari daratan hingga pulau-pulau terluar.
Bagi Achmad Fauzi, kemerdekaan bukan hanya diperingati dengan upacara maupun perlombaan. Lebih dari itu, peringatan 17 Agustus menjadi pengingat bahwa perjuangan para pahlawan kini harus dilanjutkan melalui pelayanan publik yang semakin berkualitas, pemerintahan yang semakin solid, dan semangat gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat.
“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan para pahlawan. Karena itu, tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, dan menjaga kebersamaan dalam membangun Kabupaten Sumenep,” ujar Fauzi. Senin (3/8/26)
Suasana semakin hidup ketika pengibaran Bendera Merah Putih dan pelepasan balon menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian peringatan HUT RI ke-81.
Momen itu disusul dengan penyerahan simbolis Bendera Merah Putih kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) untuk didistribusikan kepada masyarakat, sebagai bagian dari upaya memperluas semarak kemerdekaan hingga ke pelosok desa dan kepulauan.
Namun, momen yang paling membekas justru ketika seluruh peserta diajak meneriakkan yel-yel, “Sekali Merdeka… Tetap Merdeka!”.
Teriakan itu menggema di halaman kantor pemerintah, menggambarkan optimisme sekaligus tekad bersama untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan zaman.
Usai apel, suasana formal berubah menjadi penuh keakraban. Bupati, Wakil Bupati, Sekda, pimpinan OPD, hingga para camat melebur dalam berbagai perlombaan yang disiapkan panitia.
Pertandingan eksibisi antara Tim Bupati dan Wakil Bupati melawan tim para camat menjadi perhatian utama. Gelak tawa, sorak dukungan, dan semangat sportivitas menciptakan pemandangan yang jarang terlihat dalam aktivitas pemerintahan sehari-hari.
Menurut Bupati, kemeriahan peringatan HUT RI tidak boleh berhenti pada euforia. Seluruh kegiatan harus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas antaraparatur, sekaligus membangun budaya kerja yang harmonis.
“Saya berharap seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menjaga sportivitas, serta menumbuhkan semangat kebersamaan. Ikuti seluruh perlombaan dengan gembira, tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan. Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, kemeriahan lomba-lomba HUT RI ke-81 masih berlangsung. Di balik sorak-sorai dan tawa para peserta, tersimpan pesan bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan setiap bulan Agustus, tetapi juga diwujudkan melalui kekompakan, dedikasi, dan semangat melayani masyarakat.
Dari halaman Pemkab Sumenep, semangat itu mulai dinyalakan untuk menjangkau seluruh penjuru kabupaten, dari pusat kota hingga pulau-pulau terluar.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











