SUMENEP, Garuda Jatim – Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sukses rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair, sebuah proyek yang dirancang untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih kuat, aman, dan tahan terhadap ancaman longsor.
Membangun jalan bukan sekadar menghamparkan aspal. Filosofi itulah yang kini diwujudkan Pemerintah Kabupaten untuk kenyamanan masyarakat.
Dengan nilai kontrak mencapai Rp2.571.669.000, pekerjaan tersebut menggabungkan peningkatan dan rekonstruksi badan jalan dengan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di sejumlah titik.
Kehadiran TPT menjadi bagian penting untuk menjaga kestabilan jalan yang berada di kawasan lereng, sehingga risiko ambles maupun longsor dapat diminimalkan.
Langkah ini dinilai strategis karena ruas Batuan–Matanair bukan hanya menjadi jalur alternatif menuju kawasan tengah Kabupaten Sumenep, tetapi juga menjadi akses penting menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Stabilitas jalan tersebut berpengaruh langsung terhadap kelancaran mobilitas masyarakat maupun layanan kebersihan daerah.
Di tengah meningkatnya kebutuhan akan infrastruktur yang tangguh menghadapi perubahan cuaca dan tingginya mobilitas kendaraan, rekonstruksi jalan ini menjadi investasi jangka panjang yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas konektivitas antarwilayah.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Sumenep, Slamet Supriyadi, menyampaikan bahwa proyek tersebut dirancang dengan pendekatan konstruksi yang lebih komprehensif agar tidak hanya memperbaiki kerusakan yang ada, tetapi juga mencegah munculnya kerusakan baru.
“Kami tidak ingin penanganan jalan hanya bersifat sementara. Karena itu, rekonstruksi dilakukan secara menyeluruh dan dilengkapi pembangunan tembok penahan tanah pada titik-titik yang memiliki potensi longsor. Dengan penguatan struktur ini, jalan diharapkan lebih kokoh, aman, dan memiliki umur layanan yang lebih panjang,” ujarnya. Kamis (30/7/26)
Menurut Slamet, keberadaan ruas Batuan–Matanair memiliki fungsi yang sangat strategis karena menjadi jalur alternatif bagi masyarakat sekaligus akses menuju TPA. Oleh sebab itu, kualitas konstruksi menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pekerjaan.
“Target kami bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, tetapi memastikan hasil pembangunan benar-benar berkualitas sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Sumenep, Eri Susanto, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus mampu menjawab tantangan geografis daerah. Menurutnya, setiap proyek harus dirancang berdasarkan kebutuhan lapangan, bukan sekadar memenuhi target pembangunan.
“Kami ingin setiap rupiah anggaran yang digunakan benar-benar menghasilkan infrastruktur yang kuat dan bernilai jangka panjang. Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair menjadi contoh bagaimana pembangunan jalan tidak hanya memperbaiki permukaan, tetapi juga memperkuat fondasi dan perlindungannya agar tetap aman digunakan masyarakat dalam berbagai kondisi,” paparnya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur yang berkualitas akan memberikan efek berganda bagi daerah, mulai dari memperlancar arus transportasi, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, hingga meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
Melalui rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair, Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa pembangunan jalan bukan hanya soal membuka akses, melainkan juga memastikan setiap jalur strategis memiliki daya tahan yang mampu menopang mobilitas masyarakat untuk tahun-tahun mendatang.
“Dengan konstruksi yang lebih kokoh dan perlindungan terhadap potensi longsor, ruas ini diharapkan menjadi salah satu koridor transportasi yang lebih aman, andal, dan berkelanjutan,” tutupnya.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











