DPRD Kantongi Peta Prioritas Pembangunan 2027

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat paripurna hasil Reses III DPRD Kabupaten Sumenep (Istimewa - garudajatim.com)

i

Rapat paripurna hasil Reses III DPRD Kabupaten Sumenep (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Ruang sidang DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur tak sekadar menjadi tempat penyampaian laporan hasil reses. Di balik tumpukan dokumen dari tujuh fraksi, tersimpan “peta kebutuhan” masyarakat yang diproyeksikan menjadi arah pembangunan Sumenep pada tahun anggaran berikutnya.

Infrastruktur masih menjadi keluhan paling dominan, namun tuntutan warga kini meluas pada pelayanan publik yang lebih berkualitas, penguatan ekonomi desa, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat kepulauan.

Reses III DPRD Kabupaten Sumenep Tahun 2026 menjadi momentum ketika suara masyarakat dari berbagai pelosok, mulai kawasan daratan hingga kepulauan diterjemahkan menjadi bahan strategis penyusunan kebijakan daerah.

Aspirasi yang dihimpun selama 30 Juni hingga 7 Juli 2026 itu dipastikan tidak berhenti sebagai catatan legislatif, melainkan menjadi pijakan dalam menentukan prioritas program dan alokasi anggaran pembangunan.

Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, H. Zainal Arifin, mengatakan reses merupakan instrumen konstitusional yang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan proses perencanaan pembangunan daerah.

Melalui dialog langsung di daerah pemilihan, anggota DPRD memperoleh gambaran nyata mengenai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

“Reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di daerah pemilihannya. Dari kegiatan ini, berbagai persoalan, kebutuhan, dan harapan masyarakat dapat diketahui secara nyata,” ujarnya. Rabu (29/7/26)

Ia menegaskan, seluruh laporan dari masing-masing fraksi akan menjadi referensi penting dalam pembahasan kebijakan dan penganggaran daerah.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada proyek fisik, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan hasil laporan tujuh fraksi, pembangunan infrastruktur masih menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan warga. Perbaikan jalan, jembatan, irigasi, dan sarana pendukung aktivitas ekonomi dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk mempercepat konektivitas antarwilayah.

Namun, aspirasi masyarakat tidak berhenti pada pembangunan fisik. Warga juga mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan dan pendidikan, penguatan sektor pertanian dan perikanan, pemberdayaan pelaku UMKM, serta program kesejahteraan sosial yang lebih tepat sasaran.

Menurut Zainal, seluruh masukan tersebut menjadi sinyal bahwa masyarakat menginginkan pembangunan yang lebih merata, tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menyentuh desa-desa dan kawasan kepulauan yang selama ini masih membutuhkan percepatan pembangunan.

“Seluruh hasil reses yang disampaikan masing-masing fraksi akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan penganggaran daerah, mulai dari pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga penguatan perekonomian masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, DPRD akan mengawal seluruh aspirasi tersebut agar tidak berhenti pada tahap pembahasan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“DPRD berkomitmen mendorong pemerintah daerah mengambil langkah konkret agar berbagai kebutuhan masyarakat yang muncul selama reses dapat direalisasikan secara bertahap sesuai skala prioritas,” tegasnya.

Laporan hasil Reses III tersebut disampaikan oleh tujuh fraksi, yakni Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PKB, Fraksi PPP, Fraksi PAN, Fraksi Demokrat, Fraksi NasDem, serta Fraksi Gerindra-PKS.

Melalui laporan itu, DPRD berharap proses penyusunan kebijakan daerah semakin partisipatif, berbasis aspirasi masyarakat, dan mampu melahirkan pembangunan yang merata hingga ke pelosok Kabupaten Sumenep.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru