BRIDA Sumenep Menyatukan Riset, Teknologi, dan Harapan Masyarakat

Senin, 18 Mei 2026 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BRIDA Sumenep, Siswahyudi Bintoro, saat di temui di kantornya (Za - garudajatim.com)

i

Kepala BRIDA Sumenep, Siswahyudi Bintoro, saat di temui di kantornya (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai memperkuat arah pembangunan berbasis inovasi dengan menempatkan riset dan teknologi sebagai bagian penting dalam menjawab tantangan daerah, terutama di wilayah kepulauan dan pedesaan.

Tidak hanya itu, BRIDA juga mendorong lahirnya berbagai gagasan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.

Kepala BRIDA Sumenep, Siswahyudi Bintoro, mengatakan bahwa riset tidak boleh hanya menjadi kajian di atas kertas tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, inovasi harus mampu hadir dalam kehidupan sehari-hari warga, baik dalam sektor ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, pertanian, hingga pengembangan desa.

“Riset harus turun ke lapangan. Kami ingin hasil penelitian benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar menjadi arsip atau laporan,” kata Siswahyudi Bintoro. Senin (18/5/26).

Ia menjelaskan, BRIDA Sumenep saat ini mulai membangun pola kolaboratif dengan akademisi, komunitas, pelaku usaha, hingga generasi muda untuk mempercepat lahirnya inovasi daerah yang aplikatif.

Langkah tersebut dinilai penting karena Kabupaten Sumenep memiliki tantangan geografis yang berbeda dengan daerah lain di Jawa Timur, terutama terkait akses layanan, pemerataan pembangunan, dan penguatan ekonomi masyarakat kepulauan.

Karena itu, BRIDA berupaya mengembangkan riset yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi mampu menjadi solusi konkret terhadap persoalan masyarakat.

“Potensi daerah kita besar, mulai sektor maritim, pertanian, wisata hingga ekonomi kreatif. Tinggal bagaimana teknologi dan inovasi bisa menjadi alat untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan pembangunan berbasis data dan riset mulai menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah. Badan riset daerah didorong menjadi ruang lahirnya kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Di Sumenep, lanjut dia, penguatan inovasi daerah mulai diarahkan pada pengembangan potensi lokal, termasuk digitalisasi pelayanan publik, pengembangan produk unggulan desa, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna bagi masyarakat.

Siswahyudi menilai, perubahan zaman menuntut pemerintah lebih cepat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

Karena itu, pihaknya ingin menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan riil masyarakat agar hasil penelitian tidak berhenti di ruang diskusi.

“Kami ingin BRIDA menjadi pusat lahirnya ide dan solusi pembangunan daerah. Ketika riset mampu menyentuh kebutuhan masyarakat, maka pembangunan akan lebih berdampak,” imbuhnya..

Selain itu, ia mendorong tumbuhnya budaya inovasi di lingkungan pemerintah daerah agar setiap organisasi perangkat daerah memiliki semangat menciptakan pelayanan yang lebih efektif dan modern.

Transformasi tersebut dinilai penting untuk menghadapi era digital sekaligus memperkuat daya saing Kabupaten Sumenep di masa mendatang.

“Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, BRIDA Sumenep mulai diarahkan menjadi motor penggerak pembangunan berbasis pengetahuan yang mampu menyatukan riset, teknologi, dan harapan masyarakat dalam satu visi kemajuan daerah,” tutupnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru