Layanan Tak Boleh Berhenti, MPP Kota Malang Tetap Prima di Tengah Kebijakan WFH

Sabtu, 11 April 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Malang, saat masyarakat berkunjung (Istimewa - garudamjatim.com)

i

Suasana Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Malang, saat masyarakat berkunjung (Istimewa - garudamjatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Kebijakan kerja dari rumah (Work From Home/WFH) yang digulirkan pemerintah pada Jumat (10/4/2026) tak menyentuh denyut pelayanan publik di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Malang.

Di tengah imbauan penghematan energi bagi aparatur sipil negara, aktivitas pelayanan perizinan dan administrasi tetap berjalan normal tanpa pengurangan jam operasional.

Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang memastikan seluruh layanan tetap dibuka penuh demi menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan administratif yang mendesak.

Sejak pagi hari, antrean warga sudah terlihat memadati area layanan, menegaskan bahwa sektor pelayanan publik tidak dapat berhenti meski kebijakan efisiensi diberlakukan.

Sekretaris Disnaker PMPTSP Kota Malang, Sugeng Prasetyo, menyatakan bahwa seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang tergabung dalam MPP tetap bekerja dari kantor.

Menurutnya, unit pelayanan publik memiliki karakteristik berbeda yang tidak memungkinkan penerapan WFH.

“Tidak ada yang WFH karena OPD yang bergabung di sini semuanya pelayanan. Sesuai surat edaran, perangkat daerah yang membidangi perizinan otomatis tetap masuk,” ujarnya.

Pelayanan di MPP Kota Malang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB, sementara jam kerja pegawai berlanjut hingga pukul 15.00 WIB. Bahkan, sejumlah tenant strategis seperti BPJS Kesehatan tetap membuka layanan hingga sore hari untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat.

Sugeng mengungkapkan, saat ini terdapat 28 tenant aktif di MPP Kota Malang yang menyediakan berbagai layanan lintas sektor. Tingginya intensitas kebutuhan masyarakat menjadi faktor utama tidak diterapkannya kebijakan WFH di lingkungan tersebut.

“Sejak pagi pelayanan sudah ramai. Bahkan sebelum ada surat edaran WFH, kami sudah pastikan MPP tidak masuk kategori yang menerapkan kebijakan itu,” tegasnya.

Meski tetap beroperasi penuh, Disnaker PMPTSP tidak mengabaikan semangat penghematan energi yang menjadi latar belakang kebijakan WFH. Salah satu langkah konkret yang diterapkan adalah penataan ulang area parkir di kawasan MPP setiap hari Jumat.

Area parkir depan MPP atau Mal Alun-Alun disterilkan dari kendaraan berbahan bakar minyak (BBM), kecuali untuk keperluan drop zone. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mengurangi konsumsi energi sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju transportasi ramah lingkungan.

“Kami sterilkan halaman parkir dari kendaraan berbahan bakar minyak. Ini bentuk dukungan terhadap penghematan energi,” beber Sugeng.

Sebagai alternatif, pengunjung dianjurkan menggunakan kendaraan listrik maupun sepeda. Kebijakan ini juga dirancang dengan mempertimbangkan aspek inklusivitas, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas, agar tetap dapat mengakses layanan dengan nyaman.

“Hanya kendaraan listrik dan sepeda yang diperbolehkan masuk, termasuk untuk pengunjung. Tapi tetap kami perhatikan kebutuhan kelompok rentan,” pungkasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru