Usai Disuspend Muncul Kontroversi Baru, SPPG Pakamban Laok 2 Jadi Sorotan Lagi

Kamis, 9 April 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SPPG Pakamban Laok 2 diduga sajikan MBG tak layak dikonsumsi (Za - garudajatim.com)

i

SPPG Pakamban Laok 2 diduga sajikan MBG tak layak dikonsumsi (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2 kembali menjadi sorotan setelah diduga membagikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak layak konsumsi kepada siswa pada Kamis, 9 April 2026.

Peristiwa ini memicu reaksi keras dari para wali murid yang menilai kualitas makanan yang diberikan tidak memenuhi standar kelayakan, bahkan berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak.

Salah satu wali murid mengungkapkan bahwa dalam paket MBG yang diterima siswa, terdapat sayuran yang diduga sudah basi. Ia menyebut kondisi makanan tersebut berlendir dan layu, sehingga tidak pantas dikonsumsi.

“Sayurannya seperti acar, tapi sudah berlendir. Wortelnya dan timunnya tidak segar. Ini jelas tidak layak untuk anak-anak,” ujarnya dengan nada kecewa.

Kekecewaan itu bukan tanpa alasan. Sebab, SPPG Pakamban Laok 2 sebelumnya pernah disuspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN) akibat berbagai persoalan serius. Mulai dari dugaan memicu diare massal pada siswa dan guru, penolakan dari wali murid RA, hingga temuan roti berjamur dalam paket makanan kering.

Alih-alih berbenah, dugaan pelanggaran serupa justru kembali terjadi. Hal ini membuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelola program semakin tergerus.

“Kalau seperti ini terus, lebih baik tidak usah ada MBG. Daripada anak-anak diberi makanan asal-asalan,” tegas wali murid lainnya.

Tak hanya persoalan kualitas makanan, muncul pula dugaan adanya upaya pembungkaman terhadap kasus ini. Beberapa wali murid mengaku diminta untuk tidak menyebarluaskan temuan tersebut ke media.

Bahkan, menurut pengakuan mereka, pihak sekolah disebut-sebut melarang publikasi atas permintaan SPPG. Hal ini memunculkan pertanyaan serius terkait transparansi dan keberpihakan terhadap keselamatan siswa.

“Saya heran, kenapa sekolah seolah takut. Ini menyangkut kesehatan anak-anak. Harusnya guru berdiri di depan melindungi siswa,” ungkap seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Situasi semakin memanas setelah muncul informasi bahwa pihak SPPG berencana mendatangi wali murid yang memprotes dan meminta mereka tidak meninggalkan lokasi terlebih dahulu. Langkah ini dinilai sebagian orang tua sebagai bentuk tekanan, bukan klarifikasi.

Di sisi lain, pihak SPPG Pakamban Laok 2 membantah seluruh tudingan tersebut. Mereka menyatakan bahwa sayuran yang dipermasalahkan bukan dalam kondisi basi, melainkan menu acar mentah yang memang memiliki rasa asam dari cuka.

“Itu bukan basi, tapi acar mentah. Wortelnya direbus, timunnya tidak. Rasa kecut itu dari cuka, bukan karena basi,” jelas perwakilan SPPG dalam pesan suara yang beredar.

Meski demikian, polemik ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program MBG di daerah. Wali murid mendesak Satgas MBG Sumenep dan Badan Gizi Nasional segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh.

Mereka berharap program yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi anak-anak tidak justru berubah menjadi ancaman kesehatan akibat lemahnya kontrol kualitas di lapangan.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru