Ledakan Permintaan, Makayasa Gaspol Ekspansi, 6.000 Lapangan Kerja Disiapkan dari Sumenep

Rabu, 8 April 2026 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendiri perusahaan Makayasa, H. Supriyadi, saat menggelar halalbihalal bersama insan media di Ayoka Cafe (Za - garudajatim.com)

i

Pendiri perusahaan Makayasa, H. Supriyadi, saat menggelar halalbihalal bersama insan media di Ayoka Cafe (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Lonjakan tajam permintaan pasar terhadap produk Rokok Makayasa memaksa perusahaan tersebut bergerak cepat memperkuat kapasitas produksi.

Tak sekadar ekspansi, langkah agresif ini juga dibarengi rencana rekrutmen tenaga kerja dalam jumlah besar sebagai respons atas tren pertumbuhan yang terus menanjak dalam beberapa bulan terakhir.

Komitmen ekspansi itu ditegaskan langsung oleh pendiri Makayasa, H. Supriyadi, saat menggelar halalbihalal bersama insan media di Ayoka Cafe, Rabu (8/4/2026).

Dalam forum tersebut, pria yang akrab disapa Haji Adi itu memaparkan bahwa peningkatan permintaan tidak lagi bersifat fluktuatif, melainkan sudah memasuki fase konsisten yang menuntut kesiapan serius dari sisi produksi hingga distribusi.

Menurutnya, grafik permintaan yang terus menanjak menjadi indikator kuat bahwa produk Makayasa semakin diterima pasar. Namun, kondisi tersebut sekaligus menjadi tantangan besar, terutama dalam menjaga keseimbangan antara volume produksi dan kualitas.

“Permintaan terus meningkat secara konsisten. Ini tentu positif, tetapi di sisi lain menuntut kesiapan kami agar produksi tetap stabil tanpa mengorbankan kualitas,” ujarnya.

Sebagai langkah strategis, Makayasa mempercepat ekspansi ke wilayah Tapal Kuda yang meliputi Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, hingga Jember. Hasilnya, penetrasi pasar di kawasan tersebut disebut melampaui ekspektasi awal perusahaan.

Capaian tersebut membuat manajemen semakin optimistis untuk memperluas jaringan distribusi sekaligus memperkuat fondasi operasional di wilayah baru. Saat ini, tahapan ekspansi disebut telah memasuki fase akhir dan hanya menyisakan penyempurnaan teknis sebelum operasional berjalan penuh.

“Prosesnya sudah hampir selesai. Kami fokus pada detail teknis agar saat mulai berjalan, semuanya langsung optimal,” tegasnya.

Di tengah percepatan ekspansi itu, kebutuhan sumber daya manusia menjadi faktor krusial. Makayasa pun menargetkan perekrutan sekitar 6.000 tenaga kerja profesional guna menopang peningkatan kapasitas produksi dan distribusi.

Langkah ini dinilai bukan hanya untuk kepentingan bisnis, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumenep dan sekitarnya.

“Kami membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar agar seluruh lini produksi dan distribusi berjalan efektif dan sesuai standar,” jelas Haji Adi.

Tak hanya itu, perusahaan juga tengah menuntaskan pembangunan pabrik baru di Kecamatan Lenteng. Fasilitas tersebut kini berada di tahap finalisasi dan diproyeksikan mulai beroperasi dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.

Kehadiran pabrik baru ini diharapkan menjadi penopang utama dalam menjawab lonjakan permintaan pasar sekaligus memperkuat posisi Makayasa di tengah persaingan industri rokok yang semakin kompetitif.

Dalam kesempatan itu, Haji Adi juga menyoroti pentingnya peran media sebagai mitra strategis, khususnya dalam menyebarluaskan informasi rekrutmen tenaga kerja agar dapat menjangkau masyarakat secara luas dan tepat sasaran.

“Kami berharap media bisa membantu menyampaikan informasi ini, sehingga peluang kerja dapat diakses oleh masyarakat yang memang memiliki kompetensi,” imbuhnya.

Di sisi lain, ekspansi bisnis Makayasa juga diimbangi dengan komitmen sosial. Perusahaan menyiapkan sejumlah program berkelanjutan, mulai dari santunan bagi fakir miskin dan anak yatim hingga pembangunan fasilitas pendidikan dan pesantren.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan bahwa pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan kontribusi nyata terhadap masyarakat.

“Bagi kami, pertumbuhan perusahaan harus sejalan dengan manfaat sosial. Itu menjadi komitmen yang terus kami jaga,” lanjutnya.

Menutup pernyataannya, Haji Adi menegaskan bahwa ekspansi Makayasa bukan semata mengejar keuntungan, melainkan bagian dari upaya tumbuh bersama masyarakat dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat,” pungkasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Abaikan Sanksi, SPPG Lenteng Timur 3 Kembali Distribusikan MBG Tak Layak, Siswa Enggan Konsumsi
Sidak Satgas MBG Sumenep Bongkar Pelanggaran Serius SPPG, IPAL Tak Berfungsi hingga Limbah Tak Terkelola
Tanpa Rekrutmen Baru 2026, 401 PNS Bakal Pensiun di Sumenep
Ledakan Antusias di Piala Bupati Sumenep 2026, 109 Klub Bola Volly Siap Adu Gengsi dan Ukir Prestasi
Empat Pejabat Strategis Dilantik, Pemkab Sumenep Pacu Reformasi Layanan Publik
Pasca Sidak, Siswa di Ganding Sumenep Tolak MBG, Dugaan Makanan Basi Bayangi Program Negara
DPRD Sumenep Kunci Pengawasan DAK 2026, Fokus Cegah Penyimpangan dan Jaga Mutu Infrastruktur
DPRD Sumenep Ketok Palu Tiga Raperda Strategis, Perkuat Peran Legislatif dalam Arah Kebijakan Ekonomi Daerah
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 22:26 WIB

Diduga Abaikan Sanksi, SPPG Lenteng Timur 3 Kembali Distribusikan MBG Tak Layak, Siswa Enggan Konsumsi

Rabu, 8 April 2026 - 19:05 WIB

Sidak Satgas MBG Sumenep Bongkar Pelanggaran Serius SPPG, IPAL Tak Berfungsi hingga Limbah Tak Terkelola

Rabu, 8 April 2026 - 18:55 WIB

Ledakan Permintaan, Makayasa Gaspol Ekspansi, 6.000 Lapangan Kerja Disiapkan dari Sumenep

Rabu, 8 April 2026 - 15:09 WIB

Tanpa Rekrutmen Baru 2026, 401 PNS Bakal Pensiun di Sumenep

Rabu, 8 April 2026 - 14:01 WIB

Ledakan Antusias di Piala Bupati Sumenep 2026, 109 Klub Bola Volly Siap Adu Gengsi dan Ukir Prestasi

Berita Terbaru